BLITAR - Memanfaatkan lahan sempit di samping rumahnya, Nazarudin, warga Kelurahan Kademangan, Kabupaten Blitar, sukses mengembangkan budidaya ratusan ekor merpati hias impor. Berbagai jenis unggas eksotis ia pelihara mulai dari Pungles Pouter, Norwis Pouter, Showking, Jacobin, Maltes hingga American Modena.
"Merpati impor ini sangat berbeda dengan merpati lokal. Selain tampilan yang indah dan unik, bentuk bulu dan corak warnanya pun beragam," jelas Nazarudin yang telah menekuni hobi ini sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Awalnya hanya sekadar hobi namun karena banyak peminat aktivitas ini berubah menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Nazarudin tidak hanya menjual kepada para penghobi tetapi juga mempersiapkan merpati-terpilihnya untuk kontes.
Dalam pemeliharaannya, ia sangat menjaga kualitas, keaslian serta trah keturunan merpati yang dipelihara. Hal ini berpengaruh pada harga jual. Untuk merpati khusus kontes, harganya bervariasi antara Rp 5 juta hingga Rp 7 juta, bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah per ekor. Sementara untuk merpati afkir, harganya lebih rendah, yakni antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
Baca Juga : 278 Calon Jemaah Haji Blitar Batalkan Porsi, Daftar Tunggu Tetap Panjang hingga 2054
"Hasilnya, dalam sebulan saya mampu meraup omzet ratusan juta rupiah," ungkap Nazarudin.
Ke depan, ia berencana terus mengembangkan usahanya dengan menambah jenis merpati yang didatangkan langsung dari negara asal serta memperluas jaringan pemasaran, baik secara online maupun offline. Nazarudin optimis pasar penjualan merpati hias masih sangat terbuka, mengingat jumlah penghobi di tanah air yang semakin banyak. (Moch. Asrofi)
Editor : JTV Kediri



















