NGAWI - Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kabupaten Ngawi. Sebanyak 197 kepala keluarga (KK) yang tersebar di enam desa pada empat kecamatan mulai mengalami krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Untuk sementara terdapat 197 kepala keluarga yang terdampak kekeringan dan tersebar di enam desa pada empat kecamatan. Kami mulai melakukan distribusi air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," ujar Partoyo.
Dalam setiap pendistribusian, BPBD menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih ke masing-masing wilayah terdampak. Hingga saat ini, sedikitnya delapan tangki air telah disalurkan kepada masyarakat.
Baca Juga : Pasca Kecelakaan Maut, Dishub Kabupaten Madiun Usulkan Pemasangan Rambu dan Guardrail di Jalur Rawan
Sebelum proses distribusi dilakukan, BPBD terlebih dahulu melaksanakan pemantauan di lapangan, termasuk menyiapkan tandon dan lokasi penampungan air agar pendistribusian berjalan lebih efektif dan dapat dimanfaatkan oleh warga.
Partoyo menegaskan, BPBD Ngawi tetap bersiaga selama 24 jam untuk merespons permintaan bantuan air bersih apabila jumlah wilayah terdampak terus bertambah.
"Kami siap siaga 24 jam apabila ada permintaan dropping air bersih dari masyarakat. Saat ini permintaan memang belum terlalu signifikan karena di beberapa daerah yang biasanya mengalami kekeringan sudah mendapatkan intervensi melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim)," jelasnya.
Baca Juga : DAMKAR NGAWI CATAT 66 KASUS KEBAKARAN HINGGA JULI 2026
Meski demikian, dampak kemarau panjang mulai dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah. Sejak beberapa hari terakhir, warga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian warga terpaksa menempuh perjalanan hingga dua kilometer untuk mencari sumber air yang masih dapat dimanfaatkan.
BPBD Kabupaten Ngawi mengimbau pemerintah desa dan masyarakat segera melaporkan apabila mulai mengalami krisis air bersih. Dengan pelaporan yang cepat, distribusi bantuan air bersih dapat segera dilakukan sehingga kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi.
Editor : JTV Madiun



















