KEDIRI - Ratusan guru dan siswa SDN Babadan 1 menggelar doa bersama pada hari Senin, (09/12/2024) sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya Guru Agus Komarudin beserta istri, Christina, dan anaknya, Samuel Putra Yordaniel, yang merupakan warga Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Mereka tewas secara tragis di rumah mereka pada Kamis, 6 Desember 2024.
Guru Agus Komarudin, yang dikenal baik, sabar, dan sangat ringan tangan dalam membantu sesama, mengajar di SDN 1 Babadan. Sosoknya sangat dihormati oleh rekan-rekan guru dan siswa, karena selalu bersedia memberikan bantuan tanpa pamrih. Kepala SDN 1 Babadan, Putut Retno Utomo, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum.
“Doa bersama ini adalah bentuk rasa kehilangan kami terhadap Almarhum Agus Komarudin. Kami juga mendoakan semoga beliau diterima di sisi-Nya, dan kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi kepada siapapun, terutama para guru,” ujar Putut Retno Utomo, Kepala Sekolah SDN Babadan.
Suasana doa bersama di aula sekolah berlangsung khidmat, dengan seluruh siswa dan guru ikut serta. Beberapa siswa tampak membawa nasi kotak sebagai bentuk kepedulian dan untuk mengenang 7 hari wafatnya almarhum.
Alyura Amalia Putri, Salah seorang siswi kelas 4, mengatakan bahwa dirinya sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal sebagai guru yang penuh dedikasi dan sabar. “Waktu mengajar, beliau baik dan penyabar. Kalau ada tugas yang sulit, kami diberikan kebebasan untuk bertanya,” kenangnya.
Sementara itu, peristiwa tragis yang menimpa Agus Komarudin dan keluarganya terungkap pada Kamis, 6 Desember 2024, di mana mereka ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mereka. Mirisnya, pelaku pembunuhan tersebut adalah adik kandung almarhum, Christina, yang tega menghabisi nyawa kakaknya, istrinya, dan anaknya hanya karena tidak diberikan pinjaman uang. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat hubungan keluarga yang seharusnya penuh kasih justru berakhir dengan tragedi yang begitu memilukan.
Seluruh warga sekolah dan masyarakat setempat turut berduka atas peristiwa ini, dan berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Doa bersama ini juga merupakan harapan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan. (Muhammad Zainurofi )
Editor : JTV Kediri