KOTA MALANG - Bulan suci Ramadan tidak menyurutkan semangat spiritual, bahkan di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan. Di Lapas Kelas I Malang, suasana religius justru menggelora lewat program “Ramadan Menggema” yang menyatukan hati para warga binaan dalam ibadah Tarawih dan Tadarus, baik di Masjid At-Taubah maupun di pelosok blok hunian.
Dengan sistem bergilir antar blok, masjid lapas berubah menjadi pusat ketenangan jiwa. Lantunan ayat suci bergema syahdu, sementara warga binaan yang belum kebagian giliran tetap khusyuk beribadah di blok masing-masing, tetap dalam pengawasan penuh petugas. Tak ada sekat untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Baca Juga : Tips Puasa Nyaman bagi Penderita Maag: Tetap Sehat dan Khusyuk di Bulan Ramadan
Namun, pesona spiritual tak hanya terasa di dalam lapas. Di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Malang, kawasan Ngajum, para warga binaan merasakan sensasi ibadah yang berbeda. Di tengah dinginnya hawa pegunungan dan pemandangan alam yang asri, mereka melaksanakan Tarawih dan Tadarus di musala setempat. Suara Al-Qur’an yang lembut berpadu dengan sunyinya malam, menciptakan atmosfer yang begitu khusyuk dan menyejukkan hati.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, turun langsung memberikan penguatan moral. Dengan penuh semangat, ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik perbaikan diri.
Jadikan momen ini untuk menguatkan hubungan dengan Allah. Bukan hanya puasa dan salat wajib, tapi juga gemarkan sunah seperti Tarawih dan Tadarus. Disiplin beribadah akan melatih kesabaran dan pengendalian diri. Itulah bekal terbaik saat kalian kembali ke masyarakat,” ujar Teguh dengan nada penuh haru.
Baca Juga : Tetap Maksimal di Bulan Ramadan, Kiper Persebaya Andhika Ramadhani Tak Masalah Jalani Latihan Intensif
Tak hanya itu, aspek keamanan pun diperketat tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP), Eksa Rahnuzulian, mengungkapkan bahwa pihaknya membentuk tim piket malam khusus untuk mengawal jalannya ibadah hingga pembagian sahur.
“Petugas tambahan kami siagakan untuk memastikan kegiatan Tarawih dan tadarus berjalan lancar, aman, dan tetap khusyuk. Pengawasan juga kami perketat saat pembagian makanan menjelang sahur,” tegas Eksa.
Di penghujung malam, seluruh rangkaian ibadah ditutup dengan apel malam. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dan penghitungan warga binaan sebagai prosedur standar keamanan. Semua berjalan tertib, lancar, dan penuh makna.
Baca Juga : Ramadan di Lapas: Tadarus dan Tarawih Mengalir Hingga ke Ngajum
Ramadan di Lapas Malang dan SAE Ngajum membuktikan bahwa “masa pidana” tak pernah menjadi penghalang untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Ali)
Editor : JTV Malang



















