SUMENEP - Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sejak awal Januari 2026 mengakibatkan puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, tercatat sebanyak 23 rumah rusak akibat hujan lebat yang disertai angin kencang. Dari jumlah tersebut, tiga rumah dilaporkan rusak parah hingga roboh, masing-masing berada di Kecamatan Saronggi, Ambunten, dan Guluk-Guluk.
Sementara itu, 20 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga berat yang tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan Kabupaten Sumenep.
“Rumah Roboh itu ada di tiga kecamatan Saronggi, Ambunten, dan Guluk-Guluk sementara yang rusak ringan tersebar di daratan dan kepulauan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, Senin (26/1/2026).
Tak hanya permukiman warga, empat lembaga pendidikan juga terdampak cuaca ekstrem. Fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan di antaranya SMPI Abu Hurairah di Kepulauan Sapeken, MI Nurul Jadid Kecamatan Bluto, sebuah sekolah di Kecamatan Pragaan, serta Pondok Pesantren Babussalam Kecamatan Guluk-Guluk.
Achmad Laili Maulidy menyamapaikan, intensitas angin pada musim hujan tahun ini terbilang lebih kencang dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah kerusakan.
Ia menambahkan, bantuan logistik telah disalurkan kepada warga terdampak di wilayah daratan. Namun, untuk wilayah kepulauan, pendistribusian bantuan sementara belum dapat dilakukan karena aktivitas pelayaran dihentikan akibat kondisi cuaca yang masih buruk.
“Kami menghimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, diantaranya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah yang mulai rapuh,” imbuhnya. (Fawas Irfani).
Editor : JTV Madura



















