GRESIK - PT Garam meraih penghargaan sebagai penggerak budaya masyarakat pesisir dalam ajang East Java Maritime Awards 2026 yang digelar di Studio PT Jawa Pos Media Televisi (JTV), Surabaya. Penghargaan diterima Indra Kurniawan, sekretaris mewakili manajemen PT Garam, di kantor Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik, Senin (13/7/2026).
East Java Maritime Awards merupakan bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan sektor maritim di Jawa Timur. Penghargaan diberikan kepada berbagai kategori, mulai dari badan usaha penggerak sektor maritim, lembaga kebijakan maritim tingkat provinsi, lembaga pengembangan sumber daya manusia (SDM) maritim, hingga lembaga swadaya masyarakat dan individu yang peduli terhadap pembangunan kemaritiman.
Pimpinan Redaksi JTV Abdul Rokhim menyampaikan bahwa penyelenggaraan East Java Maritime Awards bertujuan memperkuat sinergi dan meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya pembangunan sektor maritim sebagai penggerak ekonomi biru di Jawa Timur.
“Harapan kami, pemberian penghargaan ini bisa menyemangati seluruh pemangku kepentingan agar kejayaan Jawa Timur melalui sektor maritim bisa kembali bangkit,” ujarnya.
Baca Juga : Lestarikan Ekosistem Pesisir, Dinas Kehutanan Jatim Raih Penghargaan East Java Maritime Awards 2026
PT Garam dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung sektor maritim di Jawa Timur, menjalankan peran strategis sebagai agen penggerak ekonomi kelautan dengan menjadikan petani garam sebagai mitra utama. BUMN ini berupaya memajukan kesejahteraan dan kemandirian petambak lokal melalui serangkaian program pemberdayaan dan kemitraan.

Atas penghargaan ini, Indra Kurniawan menyampaikan terima kasih kepada JTV. Menurutnya, penghargaan ini akan dijadikan motivasi untuk terus konsisten memproduksi garam memenuhi kebutuhan garam nasional.
Baca Juga : Pelopor Sertifikasi Welder, LSP Perkapalan Raih East Java Maritim Awards 2026
“Terima kasih kepada JTV atas penghargaan East Java Maritime Awards 2026 kategori pemberdayaan petani garam di Jawa Timur. Mewakili manajemen PT Garam, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi untuk mewujudkan swasembada garam nasional,” ujarnya.
Indra mengungkapkan, ada sejumlah program yang akan dilakukan PT Garam untuk mewujudkan swasembada garam nasional. Salah satunya pembangunan pabrik baru yang harapannya dapat menambah jumlah produksi garam.
“Harapannya dengan pembangunan pabrik baru, tidak hanya menambah jumlah produksi garam, tetapi juga dapat meningkatkan taraf hidup petani garam di Jawa Timur,” pungkasnya.
Baca Juga : Pelopor Inovasi Teknologi Maritim Jatim, ITS Raih Penghargaan East Java Maritime Awards 2026
Sebagai produsen garam terbesar di Indonesia, PT Garam memiliki 5 tempat, mengelola produksi dan industri garam, untuk memenuhi kebutuhan garam nasional dan penyelamatan lingkungan pesisir. Di antaranya Kabupaten Sampang dengan lahan seluas 1.355,47 hektar, Kabupaten Pamekasan seluas 1,063,87 hektar, Kabupaten Sumenep 2.615,74 hektar, Gresik putih Madura 1.057,71 hektar dan Manyar Gresik 282 hektar.
PT Garam adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tertua di Indonesia yang bergerak di bidang produksi, pengolahan, dan pemasaran garam. Sebagai bagian dari holding BUMN pangan ID FOOD, PT Garam berfokus pada pemenuhan pasokan garam nasional dan mewujudkan kedaulatan pangan, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















