NUSA PENIDA - Prilly Latuconsina mengumumkan dirinya bergabung sebagai rescue diver dalam ajang Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026 yang digelar di Bali pada 20 hingga 23 Mei 2026.
Kabar tersebut dibagikan Prilly melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia mengaku tidak menyangka hobinya di dunia penyelaman bisa membawanya terlibat langsung dalam ajang olahraga ekstrem internasional tersebut.
“Resmi jadi rescue diver untuk @redbullcliffdiving competition! Never knew taking my hobby seriously would bring me here. Setelah melewati semua training akhirnya bisa sampai di titik ini,” tulis Prilly dalam unggahannya.
Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026 menjadi seri pembuka musim atau season opener edisi ke-17 Red Bull Cliff Diving World Series. Ajang ini juga menjadi kali pertama Indonesia dipilih sebagai tuan rumah dalam rangkaian kompetisi dunia tersebut.
Kompetisi cliff diving dikenal sebagai salah satu olahraga ekstrem paling menantang. Para atlet melakukan lompatan dari platform atau tebing tinggi menuju perairan terbuka, dengan ketinggian mencapai sekitar 27 meter untuk kategori pria dan 21 meter untuk kategori wanita.
Dalam ajang seperti ini, peran rescue diver menjadi sangat penting untuk menjaga keselamatan atlet. Mereka bertugas bersiaga di dalam air untuk memberikan pertolongan cepat apabila terjadi cedera, benturan, atau kondisi darurat setelah atlet masuk ke air.
Prilly sendiri diketahui telah resmi memiliki sertifikasi rescue diver sejak pertengahan 2024. Ia menjalani berbagai pelatihan keselamatan penyelaman, termasuk teknik penyelamatan korban tenggelam, Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), hingga pemberian oksigen darurat bawah air.
Selama beberapa tahun terakhir, Prilly memang dikenal aktif menekuni kegiatan diving dan freediving. Ia juga beberapa kali membagikan aktivitas penyelamannya melalui media sosial.
Keterlibatan Prilly dalam ajang olahraga internasional ini pun mendapat banyak respons positif dari penggemarnya. Banyak yang memuji keseriusannya mendalami dunia diving hingga berhasil terlibat langsung sebagai bagian dari tim keselamatan dalam kompetisi kelas dunia tersebut. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















