TULUNGAGUNG - Komunitas musik cadas di Kabupaten Tulungagung akhirnya memiliki panggung sendiri. Festival Tulungagung Distorsi yang digelar di GOR Lembu Peteng, Sabtu (27/6), menjadi ajang rock dan metal pertama di daerah tersebut. Sebanyak 21 band dari berbagai subgenre tampil memeriahkan festival yang berlangsung sejak siang hingga malam.
Deretan band yang tampil tidak hanya berasal dari Tulungagung dan daerah sekitar, tetapi juga menghadirkan nama-nama besar seperti Power Metal dan Marjinal. Selain itu, panggung juga diisi Kill Harmonik, Santet, Batu Nisan, Immortalitas, Petani Gila, Numani, Balakosa, Tikungan Tajam, hingga Sidemkayon.
Ketua panitia, Andi Mahifal, mengatakan festival ini lahir dari keresahan para pegiat musik metal di Tulungagung yang selama ini belum memiliki wadah untuk berkumpul dan menampilkan karya.
"Selama ini event rock dan metal berskala besar lebih banyak digelar di Surabaya. Kami ingin Tulungagung juga punya panggung sendiri agar komunitas musik cadas di wilayah selatan Jawa Timur bisa terus berkembang," ujarnya.
Baca Juga : Ritual Manten Tebu Digelar, Pemkab Tulungagung Canangkan Pembukaan 3.000 Hektare Lahan Tebu
Andi berharap Tulungagung Distorsi tidak berhenti sebagai acara perdana. Festival tersebut ditargetkan menjadi agenda rutin yang mampu menghidupkan ekosistem musik rock dan metal di Tulungagung.
Salah satu penampilan yang paling ditunggu datang dari band legendaris Power Metal. Grup tersebut menyiapkan penampilan berdurasi sekitar 45 menit dengan membawakan sejumlah lagu andalan. Mereka juga menghadirkan mantan vokalisnya, Arul, sebagai bintang tamu spesial.
Personel Power Metal, Ipunk, menyambut positif hadirnya festival tersebut. Menurutnya, keberadaan panggung seperti Tulungagung Distorsi dapat menjadi momentum kebangkitan musik rock di berbagai daerah, termasuk di Tulungagung.
Baca Juga : Pom Mini Meledak, Toko Pracangan di Besuki Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 350 Juta
Panitia menargetkan sekitar 2.000 penonton menghadiri festival perdana ini. Meski pasar musik rock dan metal tidak sebesar genre musik populer lainnya, penyelenggara optimistis antusiasme komunitas musik cadas tetap tinggi.
Untuk memastikan acara berjalan lancar, panitia telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban selama festival berlangsung. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri


















