PONOROGO - Permainan petak umpet berujung duka di Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Seorang bocah berusia 9 tahun meninggal dunia setelah tertimpa tembok bangunan tua yang roboh saat dirinya bersembunyi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu siang. Korban yang diketahui berinisial R saat itu bermain petak umpet bersama sejumlah teman di sekitar bangunan tua yang sudah lama tidak digunakan.
Saat permainan berlangsung, R memilih bersembunyi di dalam bangunan tersebut. Namun, secara tiba-tiba tembok bangunan yang kondisinya sudah lapuk roboh dan menimpa tubuh korban.
Teman-teman korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberitahu orang tua dan berupaya memberikan pertolongan. Namun, korban yang tertimpa material tembok mengalami kondisi fatal hingga akhirnya nyawanya tidak tertolong.
Salah seorang saksi, Nuryanto, mengatakan anak-anak tersebut sebelumnya tengah bermain di sekitar lokasi. Peristiwa robohnya tembok terjadi secara tiba-tiba.
“Anak-anak sedang bermain petak umpet. Korban kemudian bersembunyi di bangunan itu, lalu temboknya tiba-tiba roboh dan menimpa korban.”
Menerima laporan kejadian, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kanit Reskrim Polsek Bungkal, Aipda Hermansyah, mengatakan dari pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya faktor eksternal yang memicu robohnya tembok, seperti getaran maupun pengaruh cuaca.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya getaran, pengaruh cuaca, ataupun faktor lain yang memicu robohnya tembok. Dugaan sementara, tembok roboh karena kondisinya sudah lapuk.”
Polisi menyebut bangunan tersebut sudah lama tidak digunakan dan tidak terawat. Kondisi tersebut diduga membuat konstruksi bangunan melemah hingga akhirnya roboh.
Saat kejadian, terdapat empat anak yang sedang bermain petak umpet di sekitar lokasi. R menjadi satu-satunya anak yang tertimpa tembok hingga meninggal dunia.
Polisi masih melakukan penanganan terhadap kejadian tersebut dan mengimbau orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak, terutama ketika bermain di sekitar bangunan tua atau konstruksi yang berpotensi membahayakan.
Editor : JTV Madiun



















