Menu
Pencarian


Pengungsi Rohingya di Tulungagung Dirujuk ke RSJ Lawang, Didiagnosis Skizofrenia

JTV Kediri - Kamis, 6 Agustus 2026 15:43
Pengungsi Rohingya di Tulungagung Dirujuk ke RSJ Lawang, Didiagnosis Skizofrenia
Kantor Dinas Kesehatan Tulungagung. (Foto : Beny Setiawan)

TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung merujuk seorang pengungsi Rohingya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang, setelah didiagnosis mengalami skizofrenia. Rujukan tersebut dapat dilakukan setelah Dinkes memperoleh kepastian pembiayaan dari sebuah yayasan yang selama ini mendampingi para pengungsi.

Pengungsi bernama Abdul Jabar Husain, 56, diketahui telah tinggal selama 37 tahun di Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Selama berada di Malaysia, ia berkenalan dengan seorang perempuan asal Tulungagung yang kemudian menjadi istrinya dan menetap di Indonesia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Abdul Jabar mulai menunjukkan gejala gangguan kejiwaan. Dinas Kesehatan Tulungagung bersama puskesmas setempat sempat memberikan penanganan awal, namun proses pengobatan tidak dapat dilanjutkan karena statusnya sebagai pengungsi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr. Aris Setiawan menjelaskan, Abdul Jabar memegang kartu identitas pengungsi yang diterbitkan oleh United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Kondisi tersebut membuat pembiayaan pengobatan tidak dapat menggunakan skema layanan kesehatan yang biasa diterapkan.

"Kami kemudian berkoordinasi dengan yayasan yang selama ini menangani para pengungsi. Alhamdulillah, yayasan tersebut bersedia membiayai proses pengobatan sehingga pasien bisa dirujuk ke RSJ Lawang," ujar dr. Aris Setiawan.

Setelah kepastian pembiayaan diperoleh, petugas Dinkes menjemput Abdul Jabar di kediamannya untuk selanjutnya dibawa ke RSJ Lawang guna menjalani perawatan dan penanganan lebih lanjut.

Menurut dr. Aris, terdapat sejumlah faktor yang diduga memicu munculnya skizofrenia pada pasien, di antaranya faktor psikologis serta kemungkinan faktor keturunan. Namun, Dinkes Tulungagung tidak memiliki riwayat kesehatan lengkap yang bersangkutan karena statusnya sebagai pengungsi.

Ia berharap penanganan yang diberikan di rumah sakit jiwa dapat membantu proses pemulihan kondisi Abdul Jabar sehingga kesehatannya dapat kembali membaik. (Agus Bondan-Beny Setiawan)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.