NGAWI - Ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di Kabupaten Ngawi saat ini masih belum memadai untuk mendukung upaya penyelamatan dan penanggulangan kebakaran. Sejumlah peralatan bahkan sudah mengalami kerusakan dan membutuhkan peremajaan.
Dengan luas wilayah yang mencakup 19 kecamatan, fasilitas dan sarana prasarana pemadam kebakaran dinilai masih sangat terbatas. Sejumlah perlengkapan yang perlu diperbarui antara lain baju tahan api, sepatu, hingga armada mobil pemadam kebakaran.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengakui masih terdapat banyak kekurangan dalam sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Pemerintah Kabupaten Ngawi berencana memprioritaskan pengadaan sarpras dan kendaraan pemadam kebakaran dalam APBD 2027 mendatang.
Selain melengkapi peralatan penunjang, penambahan armada juga menjadi salah satu kebutuhan mendesak. Terutama kendaraan pemadam yang memiliki kemampuan menjangkau kawasan permukiman dengan akses jalan yang sempit dan padat penduduk.
Pemkab Ngawi juga berencana menambah pos pemadam kebakaran sebagai upaya mempercepat respons ketika terjadi kebakaran. Saat ini, baru terdapat dua pos penunjang, yakni pos induk dan pos Widodaren.
Peningkatan sarana dan prasarana dinilai penting mengingat potensi kebakaran cenderung meningkat saat musim kemarau. Sejumlah kasus kebakaran juga dipicu oleh kelalaian manusia atau human error serta korsleting listrik.
Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran untuk mencegah api meluas.
Editor : JTV Madiun



















