PROBOLINGGO - Petugas gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jumat (11/9/2026).
Pemadaman dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari manual menggunakan gepyok dan penyemprotan, hingga melalui udara menggunakan helikopter waterbombing milik BPBD Jawa Timur.
Tim gabungan yang terlibat di antaranya TNI-Polri, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta para relawan.
Api dilaporkan masih membakar vegetasi di sejumlah titik kawasan Bromo, salah satunya di Bukit Pengol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Selain Bukit Pengol yang berada di belakang Kawah Bromo, titik kebakaran juga berada di kawasan Bukit Teletubies sisi atas.
Untuk mempercepat proses pemadaman, helikopter waterbombing BPBD Jawa Timur dikerahkan. Helikopter tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.000 liter air dalam sekali penyiraman.
Air untuk pemadaman diambil dari Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, sebelum kemudian dibawa ke lokasi kebakaran.
Namun, proses pemadaman dari udara tidak berjalan maksimal karena kondisi cuaca. Kabut tebal membuat jarak pandang pilot terbatas, ditambah kondisi angin yang cukup kencang.
Hingga Jumat sore, helikopter waterbombing tercatat melakukan 17 kali sortie atau penyiraman.
Kondisi tersebut membuat petugas di darat tetap harus bekerja melakukan pemadaman secara manual di sejumlah titik yang sulit dijangkau helikopter.
Di tengah kebakaran, akses wisatawan melalui pintu masuk Bromo dari wilayah Probolinggo masih dibuka. Namun, pengunjung tidak diperbolehkan mendekati kawasan yang terdampak kebakaran.
Satpamovit Polres Probolinggo disiagakan untuk melakukan pengamanan sekaligus menghalau wisatawan yang mencoba mengarah ke kawasan Lembah Watangan atau Bukit Teletubies.
AKP Merdhania Pravita Shanty, Satpamovit Polres Probolinggo, mengatakan petugas terus melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepada wisatawan agar tidak mendekati lokasi kebakaran.
“Kami melakukan pengamanan di titik-titik yang menjadi akses menuju kawasan terbakar. Wisatawan kami arahkan agar tidak masuk ke area yang berbahaya,” ujar Merdhania.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi petugas gabungan untuk melakukan pemadaman.
“Kami mengimbau wisatawan untuk mengikuti arahan petugas. Jangan memaksakan diri masuk ke kawasan yang saat ini masih terbakar,” katanya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan petugas gabungan masih terus berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas.
“Tim terus berupaya melakukan pemadaman, baik secara manual maupun dengan bantuan waterbombing,” kata Oemar.
Ia menjelaskan, kondisi medan dan cuaca menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.
“Kami berupaya agar api tidak meluas ke kawasan lainnya. Petugas terus melakukan penanganan di titik-titik yang masih terdapat api maupun bara,” ujarnya.
Oemar menambahkan, petugas gabungan juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di kawasan Bromo.
“Kami tetap melakukan pemantauan dan penanganan bersama seluruh unsur yang terlibat di lapangan,” katanya.
Hingga Jumat sore, api masih terlihat membakar vegetasi di sejumlah kawasan Bromo. Petugas gabungan pun masih bersiaga melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















