Meski Pemilu 2029 masih tiga tahun lagi, dinamika politik nasional mulai menghangat. dalam program JTV “Jatim Gaspol: Gagasan Politik Jawa Timur”, tayang pada 21 Januari 2026. Sejumlah partai politik baru diperkenalkan, termasuk Partai Gema Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat. Kedua partai hadir membawa semangat pembaruan di tengah kejenuhan publik terhadap partai-partai lama.
Namun, pengalaman Pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa mendirikan partai politik dan lolos ke parlemen adalah dua hal yang sangat berbeda. pada Pemilu 2024 lalu, tidak satu pun partai baru berhasil menembus DPR RI.
Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Jawa Timur, Misranto, menegaskan bahwa partainya tidak dibentuk secara elitis. “Ini bukan gerakan top down. Gerakan rakyat lahir dari aspirasi bawah, dari simpul-simpul masyarakat yang kemudian bersepakat membentuk partai,” ujarnya.
Ia menambahkan, partainya terbuka bagi seluruh elemen masyarakat dan menekankan integritas serta indikator program yang jelas, khususnya untuk menarik kepercayaan generasi muda.
Sementara itu, ketua DPW Partai Gema Bangsa Jawa Timur, Jamal Abdullah Alkafiri, menyebut partainya hadir sebagai kritik terhadap sentralisasi kekuasaan di tubuh partai politik.
“Di gema bangsa, daerah punya kewenangan menentukan calon kepala daerah tanpa intervensi pusat dan tanpa mahar politik,” tegasnya. Menurut Jamal, kader muda menjadi prioritas utama untuk diusung sebagai calon legislatif agar lahir wakil rakyat yang masih “lurus” dan dekat dengan masyarakat.
Wakil ketua exco Partai Buruh Jawa Timur, Abdul Aziz Rahmadan, menilai munculnya partai baru justru sebagai tanda hidupnya demokrasi.
“Kami melihat ini bukan ancaman, tapi bagian dari upaya menyelamatkan suara rakyat yang selama ini tidak terwakili di parlemen,” katanya.
Selain itu, dari kalangan akademisi muda, Ketua HIMA Ilmu Politik Universitas Airlangga, Erdogan Thayyib, mengingatkan agar partai baru tidak terjebak pada pragmatisme.
“Kalau partai baru hanya berbeda di slogan tapi sama dalam praktik, anak muda tidak akan percaya,” ujarnya.
Menutup dialog dalam program ini, para narasumber sepakat bahwa konsolidasi organisasi, kehadiran nyata di tengah masyarakat, serta konsistensi antara janji dan tindakan menjadi kunci bagi partai politik baru untuk bisa menembus parlemen pada Pemilu 2029 mendatang. (Amelia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















