PACITAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan pesisir melalui Festival Mangrove ke-9 Jawa Timur. Kegiatan ini ditandai dengan aksi penanaman bibit mangrove oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama musisi Kaka Slank di kawasan Watumejo Mangrove Park, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Senin (22/12) sore.
Penanaman mangrove tersebut melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, unsur Forkopimda Pacitan, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam menekan dampak perubahan iklim sekaligus melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
Rangkaian acara Festival Mangrove ke-9 diawali dengan touring vespa mengelilingi Kota Pacitan, dilanjutkan dengan pelepasliaran burung air secara simbolis. Setelah itu, seluruh peserta melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan muara pantai sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan pesisir.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, menyampaikan bahwa penanaman mangrove memiliki peran strategis dalam pengendalian karbon dan penurunan emisi gas rumah kaca. “Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari kontribusi sektor kehutanan dalam pengendalian karbon. Secara nasional, Indonesia menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030,” ujar Jumadi.
Baca Juga : BLT Kesra Disunat Rp100 Ribu per KPM, Dinsos Pacitan Tegaskan Bantuan Harus Utuh
Ia menambahkan, Jawa Timur mendapat target kontribusi penurunan emisi sekitar 140 juta ton CO2 equivalent, yang salah satunya dicapai melalui rehabilitasi mangrove. “Dalam empat tahun terakhir, luasan mangrove di Jawa Timur bertambah sekitar 3.618 hektare atau meningkat 13,29 persen dengan capaian terluas di Pulau Jawa yakni 30.839,3 atau sekitar 48,38 persen. Ini hasil kolaborasi rehabilitasi hutan dan lahan serta kampanye mitigasi perubahan iklim menuju net zero emission 2060,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa mangrove memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang sangat penting bagi masyarakat pesisir. “Mangrove bukan hanya melindungi pantai dari abrasi dan gelombang ekstrem, tetapi juga menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, upaya pelestariannya harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Khofifah.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi pelaksanaan Festival Mangrove ke-9 di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian ekosistem pantai Pacitan. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta melindungi wilayah pantai Pacitan dari abrasi,” ujar mas Aji.
Baca Juga : Aniaya Anak Dibawah Umur, Bripka AD Bakal Dilaporkan ke Polda Jatim
Di sisi lain, musisi Kaka Slank menekankan pentingnya edukasi lingkungan, khususnya kepada generasi muda. “Mangrove harus dikenalkan sejak dini, terutama kepada generasi Z. Mereka adalah penjaga lingkungan di masa depan, sehingga kesadaran untuk merawat alam harus terus ditanamkan,” tegas Kaka.(Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















