Film One Battle After Another, garapan sutradara Paul Thomas Anderson, resmi memenangkan kategori Best Picture di ajang Academy Awards. Kemenangan ini tercatat datang setelah persaingan ketat dengan film Sinners, yang sempat dianggap sebagai pesaing kuat menjelang pengumuman pemenang.
Sejak awal, One Battle After Another memang dianggap kandidat kuat untuk kategori Best Picture. Film ini memperoleh total 13 nominasi Oscar dan membawa modal dari sejumlah penghargaan industri sebelumnya, termasuk kemenangan di Producers Guild of America Award, yang kerap dijadikan indikator kuat untuk kemungkinan menang di kategori utama Oscar.
Secara cerita, film ini digolongkan sebagai satirical action-thriller dengan muatan politik. Narasinya berkisar pada ekstremisme di Amerika, menampilkan karakter utama yang diperankan Leonardo DiCaprio, seorang mantan revolusioner yang terpaksa kembali ke medan konflik setelah pensiun.
Selain Best Picture, film ini membawa pulang enam piala Oscar, termasuk Best Director dan Best Adapted Screenplay untuk Anderson. Kategori Best Supporting Actor dimenangkan oleh Sean Penn, meski ia tidak hadir di acara penghargaan.
Dari sisi komersial, One Battle After Another mencatat performa global yang solid dengan pendapatan sekitar $209,4 juta di box office. Meski begitu, sejumlah netizen menilai ada film lain yang layak mendapat penghargaan serupa, sehingga kemenangan film ini juga memicu perdebatan di kalangan penonton dan pengamat film.
Proses Produksi
Film One Battle After Another melakukan syuting utama di berbagai lokasi di California, terutama Humboldt County, Sacramento, San Diego, dan San Juan Bautista. Produksi tambahan juga dilakukan di El Paso, Texas, untuk adegan gurun.
Berikut detail lokasi syutingnya:
- Humboldt County, California: Mencakup Eureka (Murphy's Market), Arcata (restoran Carmela), Cutten, dan Trinidad.
- Sacramento, California: Kawasan pusat kota, bangunan pemerintah, dan Tower Bridge.
- San Diego, California: Termasuk Hotel Westgate dan area perbatasan Otay Mesa.
- San Juan Bautista, California: Area bersejarah seperti Plaza Hotel.
- El Paso, Texas: Adegan dengan nuansa gurun.
Paul Thomas Anderson memimpin produksi dengan tim kreatif yang mencakup sinematografer, editor, dan penata musik. Fokus produksi menekankan pada nuansa satirical dan aksi politik yang relevan dengan konteks sosial saat ini.
Respon Kritikus
Secara umum, film ini menerima ulasan positif dari kritikus, dengan rating di situs review seperti Rotten Tomatoes dan Metacritic menunjukkan skor di atas rata-rata. Banyak kritikus menyoroti akting Leonardo DiCaprio serta cara film menyeimbangkan elemen satirical dan action-thriller, tanpa menilai film ini sebagai “yang terbaik” mutlak.
Persaingan dengan Film Lain
Selain Sinners, film lain yang masuk nominasi Best Picture termasuk beberapa judul yang dianggap kuat di mata kritikus dan penonton. Diskusi di media sosial menunjukkan beberapa netizen merasa ada film lain yang lebih layak menang, meski hasil akhir tetap berpihak pada One Battle After Another.
Catatan Box Office
Secara finansial, film ini berhasil meraih sekitar $209,4 juta secara global. Pembukaan di minggu pertama juga menunjukkan performa yang stabil, menempatkan film ini di posisi atas box office di periode perilisannya. Genre satirical action-thriller yang diusung membuat film ini memiliki daya tarik tertentu bagi penonton dewasa dan penggemar drama politik. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















