Menu
Pencarian

Munas dan Muktamar NU Harus Bersih, Kiai se-Jatim Usulkan Lirboyo Jadi Tuan Rumah

JTV Kediri - Jumat, 8 Mei 2026 07:17
Munas dan Muktamar NU Harus Bersih, Kiai se-Jatim Usulkan Lirboyo Jadi Tuan Rumah
Forum Halalbihalal yang mempertemukan Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur. (Foto : Dok. PP Lirboyo)

KEDIRI - Suasana Aula An-Nawawy, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, tampak lebih khidmat dari biasanya pada Kamis (7/5). Forum Halalbihalal yang mempertemukan Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur itu bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan menjadi panggung penyampaian aspirasi krusial bagi masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

Sejumlah kiai sepuh dan pengasuh pesantren besar hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya KH Muhammad Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, hingga Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Hasilnya, muncul lima poin rekomendasi "panas" yang ditujukan langsung kepada PBNU menjelang pelaksanaan Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35.

Minta Proses yang Bersih dan Transparan

Poin utama yang ditekankan oleh para ulama Jawa Timur adalah integritas proses organisasi. Forum memohon agar PBNU segera melaksanakan Munas dan Muktamar dengan standar etika yang tinggi.

Baca Juga :   Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

"Pelaksanaan harus dilakukan secara baik, bersih, transparan, serta menjunjung tinggi kepatutan sebagai organisasi ulama," bunyi salah satu poin rekomendasi tersebut. Para kiai juga mendesak agar seluruh proses berpedoman pada AD/ART.

Libatkan Mustasyar dan Rapat Pleno

Tak hanya soal teknis pelaksanaan, para Rois Syuriyah juga meminta adanya pelibatan aktif para sesepuh yang duduk di jajaran Mustasyar PBNU. Hal ini dinilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama sepuh dalam mengambil keputusan strategis menuju Muktamar. Sebelum melangkah ke Munas, PBNU juga diminta untuk segera menggelar rapat pleno.

Baca Juga :   Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Kembali ke Marwah Pesantren

Satu hal yang menarik perhatian adalah penegasan bahwa NU tidak bisa dipisahkan dari pesantren. "NU adalah pesantren besar, dan pesantren merupakan NU kecil," tegas forum tersebut.

Atas dasar filosofi itu, para kiai mengusulkan agar Muktamar ke-35 diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren untuk meneguhkan kembali ruh dan tradisi perjuangan jam’iyyah.

Baca Juga :   Muktamar NU: ABUKTOR, Asal Bukan Koruptor

Secara spesifik, Forum Rois Syuriyah se-Jatim menyodorkan nama Pondok Pesantren Lirboyo sebagai kandidat kuat tuan rumah Muktamar ke-35. Sejarah panjang Lirboyo dalam khidmah keilmuan dan kaderisasi ulama dianggap menjadi modal kuat untuk menjadi pusat pertemuan akbar warga nahdliyin tersebut.

Rekomendasi ini diharapkan menjadi arah bagi PBNU dalam menjaga marwah organisasi dan memastikan transisi kepemimpinan di Muktamar mendatang berjalan penuh hikmah dan tanggung jawab. (Beny Kurniawan)

Editor : JTV Kediri





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.