KEDIRI - Momen pladu atau flushing bendungan dimanfaatkan warga Kediri untuk berburu ikan di aliran Sungai Brantas. Ratusan warga tampak memadati kawasan Bendung Gerak Waruturi, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Rabu pagi (20/5).
Warga berbondong-bondong turun ke pesisir sungai membawa jaring, serok hingga alat tangkap sederhana untuk mendapatkan ikan yang muncul ke permukaan akibat derasnya arus sungai.
Tradisi mencari ikan saat pladu ini rutin dilakukan masyarakat Kediri Raya setiap Perum Jasa Tirta melakukan flushing di Bendungan Wlingi dan Lodoyo, Kabupaten Blitar.
Meski petugas telah mengimbau warga agar tidak turun ke sungai karena berbahaya, banyak warga tetap nekat mencari ikan di tengah derasnya arus Sungai Brantas.
Baca Juga : Cari Ikan di Sungai Brantas, Warga Tulungagung Hilang Terseret Arus
Dalam sekali momen pladu, warga mengaku bisa mendapatkan hasil tangkapan hingga 30 kilogram ikan. Sebagian ikan dijual langsung di lokasi, sementara sisanya dibawa pulang untuk dikonsumsi bersama keluarga.
“Kalau lagi ramai seperti ini hasilnya lumayan, bisa dijual juga,” ujar Sandi, salah satu warga.
Di sekitar lokasi juga terlihat transaksi jual beli ikan hasil tangkapan warga. Pembeli datang langsung ke tepi sungai untuk mendapatkan ikan segar dengan harga murah.
Baca Juga : Cari Ikan Saat Pladu, Warga Blitar Hilang Tenggelam di Sungai Brantas
Pembukaan pintu air dilakukan untuk membersihkan sedimentasi yang menumpuk di Bendungan Wlingi dan Lodoyo. Dampaknya, debit air Sungai Brantas meningkat dan aliran menjadi lebih deras.
Kondisi tersebut membuat ikan-ikan terbawa arus dan muncul ke permukaan sehingga dimanfaatkan warga untuk berburu ikan secara massal. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri

















