PROBOLINGGO - Aksi begal di Kabupaten Probolinggo kembali memakan korban. Kali ini, kawanan begal berhasil membawa kabur dua sepeda motor sekaligus dalam satu kejadian di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan wisata Pantai Bentar, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kamis (22/7/2026) dini hari.
Korban pertama adalah Eka Dewi Agustin (28), seorang janda beranak satu yang bekerja sebagai buruh cuci laundry. Sedangkan korban kedua adalah Tulis (55), seorang duda yang bekerja sebagai pegawai di Wisata Religi Miniatur Ka'bah.
Ironisnya, Tulis justru menjadi korban saat berhenti untuk memberikan pertolongan kepada Eka yang terjatuh di tengah jalan.
Peristiwa bermula ketika Eka berangkat bekerja seperti biasa mengendarai sepeda motor Honda Beat merah bernomor polisi N 2431 MD. Saat melintas di Jalur Pantura kawasan Pantai Bentar, korban tiba-tiba disenggol sepeda motor yang ditumpangi dua orang dari arah belakang hingga terjatuh.
"Saya kira hanya kecelakaan biasa karena motor saya disenggol. Ternyata setelah saya jatuh, yang menyenggol motor saya malah meminta saya menyerahkan motor," ujar Eka Dewi Agustin, korban begal.
Akibat terjatuh, Eka mengalami luka pada bagian kaki. Motor yang selama ini dipakai bekerja sekaligus hasil jerih payahnya menabung sebagai buruh cuci laundry pun raib.
"Motor itu saya beli dari hasil menabung sedikit demi sedikit. Sekarang motor hilang, saya bingung bagaimana mau berangkat kerja lagi. Saya berharap polisi bisa segera menangkap pelakunya dan motor saya bisa ditemukan," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ciri-ciri pelaku memakai helm dan jaket kain warna gelap, pelaku juga menyelempangkan sarung.
"Saya tidak ancam pakai celurit, pelaku hanya meminta motor saya. Pelaku lain malah mengancam Pak Tulis yang mau menolong saya karena terjatuh,"tambahnya.
Tak lama berselang, dari arah barat datang pengendara lain bernama Tulis (55), warga Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu. Melihat Eka terjatuh, ia berhenti dengan maksud memberikan pertolongan.
Namun niat baik tersebut justru dimanfaatkan para pelaku. Empat pelaku yang datang menggunakan dua sepeda motor langsung mengacungkan celurit dan mengancam Tulis agar menyerahkan motornya.
"Salah satu pelaku mengangkat celurit ke arah saya. Saya takut dibacok. Saya bilang, 'motor saja yang dibawa', yang penting saya selamat," tutur Tulis.
Motor bebek Yamaha Vega bernomor polisi N 4517 PV milik Tulis akhirnya ikut dibawa kabur para pelaku.
Pria berusia 55 tahun itu mengaku sangat kehilangan karena sepeda motor tersebut merupakan alat transportasi utama untuk bekerja setiap hari sebagai pegawai Wisata Religi Miniatur Ka'bah.
"Motor itu saya pakai setiap hari untuk bekerja. Sekarang hilang, tentu sangat menyulitkan aktivitas saya mencari nafkah," katanya.
Sekretaris Desa Curahsawo, Supandi, mengatakan kawasan Jalur Pantura di sekitar Wisata Pantai Bentar memang sudah lama dikenal rawan tindak kriminal, terutama pada malam hingga dini hari.
"Jalur Pantura di sekitar Pantai Bentar memang rawan. Kami berharap pos polisi yang ada di kawasan itu bisa kembali dijaga sehingga masyarakat merasa lebih aman saat melintas," ujar Supandi.
Menurutnya, keberadaan petugas kepolisian di kawasan tersebut dinilai penting untuk mencegah aksi kriminal yang belakangan semakin sering terjadi.
"Kami berharap patroli juga lebih sering dilakukan, terutama pada jam-jam rawan. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban," tambahnya.
Kasus pembegalan tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan sedang dalam penyelidikan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi pembegalan di wilayah hukum Polres Probolinggo. Warga berharap aparat segera menangkap para pelaku agar rasa aman masyarakat, khususnya pengguna jalan di Jalur Pantura Probolinggo, dapat kembali terjaga.
Editor : Portal Jtv



















