PONOROGO - Berbicara soal kuliner di Kabupaten Ponorogo seakan tidak pernah ada habisnya. Salah satu destinasi kuliner yang masih bertahan hingga kini adalah Warung Makan Mbok Mi di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan. Berdiri sejak tahun 2005, warung ini dikenal dengan sajian masakan khas pedesaan yang dimasak menggunakan tungku kayu bakar sehingga menghadirkan cita rasa tradisional yang sulit ditemukan di tempat lain.
Meski berada di dalam gang, Warung Mbok Mi tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan, banyak pelanggan datang dari luar kota dan sengaja menyempatkan mampir ketika melintasi jalur Ponorogo–Madiun.
Suasana pedesaan yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati seporsi nasi hangat lengkap dengan ayam kampung ungkep, sayur tempe, terong, lalapan, serta sambal bawang yang dibuat saat pesanan disiapkan.
Keunikan lainnya, seluruh proses memasak masih menggunakan tungku kayu bakar. Cara memasak tradisional tersebut dipercaya mampu menghasilkan aroma khas sekaligus mempertahankan cita rasa masakan seperti masakan rumahan zaman dahulu.
Baca Juga : 50 Tahun Bertahan, Jenang Madura Legendaris di Pasar Pahing Kediri Tak Pernah Sepi Pembeli
Menariknya lagi, dapur dan ruang makan berada dalam satu area sehingga pengunjung bisa menyaksikan langsung proses memasak yang dilakukan oleh pemilik warung.
Salah seorang pelanggan asal Surabaya, Nana Suryo Sudarmadi, mengaku sengaja mampir ke Warung Mbok Mi setiap kali berkunjung ke Ponorogo karena menyukai cita rasa masakan yang dinilai berbeda dengan warung makan pada umumnya.
"Rasanya benar-benar khas masakan desa. Aroma dari kayu bakarnya terasa, ayam kampungnya empuk, dan sambalnya juga segar. Kalau sedang ke Ponorogo, saya hampir selalu menyempatkan makan di sini," ujar Nana Suryo Sudarmadi.
Baca Juga : Mengapa Dinamakan Lontong Balap? Ini Sejarah Kuliner Legendaris Khas Surabaya
Pemilik warung, Mbah Parmi, mengatakan sejak pertama kali membuka usaha pada 2005, dirinya tetap mempertahankan resep turun-temurun serta cara memasak tradisional yang diwariskan keluarga.
"Dari dulu sampai sekarang resepnya tidak berubah. Semua masih dimasak menggunakan kayu bakar dan kami selalu memakai ayam kampung supaya cita rasanya tetap terjaga seperti dulu," kata Mbah Parmi.
Untuk menikmati satu porsi nasi lengkap dengan ayam kampung dan aneka sayur khas pedesaan, pengunjung cukup membayar sekitar Rp35.000.
Baca Juga : Tajin Sora hingga Takir Plonthang, Kuliner Khas Jatim Saat Bulan Suro
Dalam sehari, Warung Mbok Mi mampu menghabiskan sekitar 20 ekor ayam kampung. Sementara saat akhir pekan atau musim liburan, jumlah tersebut dapat meningkat hingga 50 ekor ayam kampung untuk memenuhi tingginya permintaan pelanggan.
Dengan mempertahankan cita rasa autentik, suasana pedesaan yang nyaman, serta proses memasak tradisional, Warung Mbok Mi menjadi salah satu kuliner legendaris yang terus diminati masyarakat dan layak menjadi destinasi wisata kuliner saat berkunjung ke Ponorogo.
Editor : JTV Madiun



















