SURABAYA - Gerakan literasi mulai menjamur dan disukai oleh kalangan generasi muda. Termasuk di Kota Surabaya, terdapat wadah literasi yang unik dan inspiratif.
#BacadiSurabaya, berdiri sejak Juni 2022 merupakan gerakan membaca senyap yang diinisiasi oleh Nabila Putri. Gerakan ini digerakkan bersama adiknya, Safirasiwi sang eksekutor.
Tujuan gerakan ini muncul dari keresahan Nabila Putri dan Safirasiwi, seorang introver terkadang membutuhkan kehadiran seseorang untuk menemani membaca.
Gerakan ini muncul dengan dasar bahwa membaca harus menyenangkan dan tidak boleh merasa kesepian.
Baca Juga : Ingin Jadi Versi Terbaik Dirimu? Berikut 5 Buku Self-Improvement yang Bisa Kamu Baca!
Tak hanya itu, stigma negatif sering kali melekat pada mereka yang memilih membaca di ruang publik, seperti transportasi umum ataupun kafe.
Mereka sering dicap sebagai individu yang hanya ingin mencari perhatian. Hal ini pernah ramai di media sosial.
Safirasiwi mengungkapkan bahwa seseorang yang membaca tidak mengganggu kenyamanan orang lain, tidak mengganggu kebisingan orang lain, tetapi kita dipandang sebelah mata.
Baca Juga : Rekomendasi 4 Buku yang Dapat Mengubah Sudut Pandang tentang Hidup
Oleh karena itu, gerakan ini dibentuk untuk mengajak orang lain agar membaca bersama dan untuk menemani individu agar tidak takut membaca sendirian di ruang publik.
“Movement ini juga memberikan awareness kepada orang-orang di luar sana bahwa membaca itu harmless, loh. Membaca itu kegiatan individu yang menyenangkan. Instead of kamu mencerca kita, kenapa kok kamu gak ikutan membaca aja? It’s a fun thing to do,” ungkap Safirasiwi, di Surabaya, Minggu (29/9/2024).
“Mungkin ada orang-orang yang memiliki keresahan yang sama. Ternyata terbukti, ketika kami menggerakkan movement ini untuk membaca di ruang publik bersama-sama, ada yang datang dan merasakan hal yang sama,” tambahnya.
Baca Juga : Gerakan LITERATOUR, Menikmati Asyiknya Jalan-jalan ke Ruang Baca Naik Transportasi Umum
Kegiatan inti dari gerakan ini adalah membaca bersama-sama di ruang publik, khususnya di Selasar Alun-alun Surabaya yang digelar sebulan sekali pada pekan kedua hari Minggu pukul 10.00–11.00 WIB.
Gerakan ini memilih lokasi di Selasar Alun-alun Surabaya karena letaknya yang strategis di pusat kota dan dapat dijangkau transportasi umum.
Safirasiwi mengungkapkan intensitas membaca setiap orang berbeda-beda. Menurutnya, konsentrasi membaca orang ada yang 5 menit, 20 menit, dan yang paling lama adalah 1 jam.
Baca Juga : Mengenal #BacadiSurabaya, Gerakan Membaca Buku dengan Senyap di Kota Pahlawan
Oleh karena itu, durasi membaca pada gerakan ini dilakukan selama 1 jam. Hal ini juga karena mempertimbangkan kesibukan yang hadir.
Berbeda dengan kegiatan membaca bersama pada umumnya, #BacadiSurabaya juga tidak memiliki keanggotaan yang mengikat. Siapa pun boleh bergabung, tanpa memandang gender, usia, latar belakang, atau jenis buku yang dibaca.
Bagi pencinta buku yang ingin menikmati sensasi membaca bersama di ruang publik dapat langsung datang, duduk, dan membaca buku tanpa daftar dan perkenalan.
Baca Juga : 5 Novel Fiksi Sejarah Indonesia yang Wajib Dibaca, Memperkaya Perspektif!
Berbeda dengan wadah membaca bersama lainnya, #BacadiSurabaya hanya beragenda untuk membaca bersama tanpa diskusi.
Perlu diketahui, Nabila Putri sang inisiator #BacadiSurabaya juga akan memberikan ruang tersendiri untuk berdiskusi pada agenda lainnya. Di dalam nya terdapat orang-orang yang benar-benar berkomitmen untuk berdiskusi dan mengetahui hal yang ingin didiskusikan.
Mulai Minggu (29/9/2024) teman-teman yang hadir #BacadiSurabaya setelah sesi membaca diberi loyalty card. Ini akan diberi penanda saat pencinta buku menghadiri #BacadiSurabaya lagi dan akan diberikan hadiah khusus jika sudah terpenuhi.
Loyalty card ini bukan untuk menarik keanggotaan ataupun menarik teman-teman ke grup dan memberikan jobdesc, tetapi loyalty card ini digunakan untuk membantu teman-teman berkomitmen dan agar lebih semangat lagi dalam membaca buku.
Safirasiwi mengungkapkan bahwa terdapat orang yang mengatakan kalau dia rajin membaca buku karena pernah ke #BacadiSurabaya dan dia selalu meluangkan waktu 1 jam untuk membaca buku. Sebelumnya, ia tidak pernah membaca buku dan menyadari bahwa hal itu menyenangkan sebab mendapatkan insight baru.
Dana, salah satu pencinta buku yang sering menghadiri #BacadiSurabaya mengungkapkan rasa nyaman ketika bergabung dengan gerakan ini.
"Suka kegiatan #BacadiSurabaya ini. Bebas membaca buku apapun, meskipun tidak ada kegiatan diskusi, tetapi tetep bisa enjoy,” ujar Dana.
“Rasanya jadi kaya ditemenin baca buku sama yang lain soalnya meskipun gak ada diskusi nya, tapi rasanya seru gitu karena minimal bisa keluar rumah,” tambah Jojo yang sudah dua kali menghadiri gerakan ini.
#BacadiSurabaya yang sudah berdiri selama 2 tahun ini membuktikan bahwa dengan inisiatif sederhana dapat menciptakan wadah membaca dan memberikan kenyamanan bagi pencinta buku.
Editor : Khasan Rochmad