Menu
Pencarian


Mata Air Mengering, Warga Pacitan Berburu Air Bersih

JTV Pacitan - Rabu, 21 Oktober 2026 09:36
Mata Air Mengering, Warga Pacitan Berburu Air Bersih
Dampak kemarau panjang, sumber mata air warga di Kecamatan Kebonagung Pacitan mulai mengering. (Foto: Edwin Adji)

PACITAN - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pacitan dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Sejumlah sumber mata air yang selama ini menjadi andalan warga mulai mengering. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh ratusan warga Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung, harus berjuang mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga bergantung pada bantuan distribusi atau droping air bersih dari relawan maupun pemerintah daerah. "Sudah lama sekali kemarau di wilayah sini, itu sumur juga sudah kering, sementara satu sumber lainnya itu tidak bisa digunakan karena keruh, " ujar Miskiyem warga setempat.

Kedatangan tangki air menjadi momen yang dinantikan, karena warga dapat kembali mengisi persediaan air untuk kebutuhan rumah tangga. Begitu tangki air tiba, warga langsung mengantre untuk mengambil air menggunakan jeriken maupun mengisi tandon di rumah masing-masing. Air yang diperoleh digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, mencuci, hingga keperluan sanitasi.

Namun, bantuan air bersih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan warga setiap hari. Ketika distribusi air tidak datang, warga terpaksa membeli air secara mandiri agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Baca Juga :   Gubernur Khofifah Resmikan Empat Proyek Infrastruktur di Pacitan Senilai Rp22,2 Miliar

Untuk mendapatkan pasokan sebanyak 3.000 liter, warga harus mengeluarkan biaya hingga Rp270 ribu. Pengeluaran tersebut cukup memberatkan, terutama bagi keluarga yang harus mengatur kebutuhan sehari-hari di tengah sulitnya memperoleh air bersih.

"Ya seperti ini cuma bisa mengandalkan bantuan, tapi kalau tidak ada ya terpaksa cari ke sumber yang ada di desa lain atau bahkan kerap beli, "imbuhnya.

Krisis air bersih yang terjadi di Desa Katipugal menjadi gambaran dampak kemarau panjang terhadap kehidupan masyarakat. Ketergantungan pada bantuan distribusi maupun pembelian air membuat pemenuhan kebutuhan dasar warga semakin menantang.

Baca Juga :   Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih di Pacitan, Anggaran Dropping Capai Rp3,8 Miliar

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, krisis air bersih telah melanda 246 dusun di 73 desa yang tersebar di 12 kecamatan.

Luasnya wilayah terdampak membuat distribusi air bersih menjadi salah satu upaya penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kemarau yang belum berakhir, warga berharap penyaluran bantuan air bersih dapat terus dilakukan agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.