MAGETAN - Persoalan yang dihadapi peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, semakin kompleks. Selama enam bulan terakhir, peternak terus mengeluhkan harga telur di tingkat kandang yang masih berada di bawah biaya produksi.
Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari aksi, audiensi dengan pemerintah daerah, hingga pertemuan dengan sejumlah pihak terkait. Namun, hingga kini kondisi harga telur dinilai belum mampu menutup biaya produksi peternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan, Nur Haryani, mengatakan persoalan peternak tidak hanya berkaitan dengan harga telur, tetapi juga menyangkut harga pakan, produksi, hingga distribusi.
Saat ini, harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram. Sementara itu, titik impas atau break even point (BEP) peternak berada di sekitar Rp23.500 per kilogram.
Baca Juga : Warga Ngawi Protes Aktivitas Usaha Ayam Petelur di Sekitar Permukiman
Artinya, peternak masih mengalami selisih harga yang membuat usaha mereka berada dalam tekanan. Kondisi tersebut semakin berat karena harga pakan juga terus mengalami kenaikan.
Pemkab Magetan sebelumnya telah memfasilitasi pertemuan antara peternak dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Satuan Tugas (Satgas) Polda.
Namun, pemerintah daerah menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan di tingkat kabupaten. Sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan sektor peternakan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat sehingga diperlukan intervensi dan kebijakan dari pemerintah pusat.
Baca Juga : Dari Hobi Menjadi Investasi
Salah satu hal yang dinilai perlu dibenahi adalah regulasi di sektor peternakan, khususnya yang berkaitan dengan produksi dan distribusi. Pengawasan terhadap distribusi DOC atau anak ayam umur sehari serta distribusi pakan juga dinilai perlu diperkuat.
Pemerintah berharap perbaikan regulasi dapat menciptakan keseimbangan antara produksi, serapan pasar, dan harga telur. Dengan demikian, tekanan yang dihadapi peternak dapat dikurangi dan keberlangsungan usaha peternakan rakyat di Magetan tetap terjaga.
Editor : JTV Madiun



















