Menu
Pencarian


Macklemore Didepak dari Tur Ed Sheeran Akibat Aksi Bela Palestina, Sejumlah Musisi Pilih Mundur

Portaljtv.com - Kamis, 17 September 2026 11:12
Macklemore Didepak dari Tur Ed Sheeran Akibat Aksi Bela Palestina, Sejumlah Musisi Pilih Mundur
Penyanyi Macklemore dan Ed Sheeran. (Foto: Global News)

NEW JERSEY - Rangkaian konser Ed Sheeran bertajuk The Loop Tour di Amerika diliputi kontroversi setelah rapper AS, Macklemore, dikeluarkan dari jajaran penampil pendukung. Keputusan itu menyusul aksi solidaritas dan pernyataannya yang menyerukan kebebasan Palestina saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.

Sejumlah musisi pendamping kemudian memilih mundur dari sisa jadwal tur sebagai bentuk solidaritas. Mereka di antaranya duo asal Denmark Lukas Graham, Finneas, serta musisi Irlandia Aaron Rowe bersama grup tradisional Beoga.

"Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk membela orang-orang yang tertindas. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jadwal tur saya bersama Ed Sheeran yang akan datang. Saya mendukung Palestina dan rakyatnya," tulis Finneas melalui unggahan Instagramnya.

Di tengah tekanan publik yang semakin memanas akibat pemecatan tersebut, Ed Sheeran akhirnya angkat bicara melalui sebuah pernyataan resmi di media sosial untuk meluruskan posisinya. Penyanyi asal Inggris itu menegaskan bahwa keputusan untuk mengeluarkan Macklemore bukanlah kehendak pribadinya, melainkan hasil dari desakan mutlak serta ultimatum yang diberikan oleh pihak pengelola stadion dan promotor tur.

"Macklemore dikeluarkan dari Loop Tour adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini adalah dengan pihak promotor, bukan dengan saya. Saya telah berupaya membangun jembatan komunikasi dan mencari solusi, tapi sayangnya, saya tidak berhasil melakukannya," ujar Ed Sheeran.

Polemik ini semakin memanas setelah terungkap bahwa salah satu figur kunci di balik desakan pencoretan tersebut adalah miliarder sekaligus pemilik New England Patriots dan Stadion Gillette, Robert Kraft. Kraft bersama sejumlah pemilik stadion lainnya melayangkan ancaman pembatalan izin tempat jika Macklemore tetap diizinkan naik panggung, dengan alasan bahwa sang rapper kerap menggunakan retorika yang dianggap menyerang komunitas Yahudi.

"Ed mengatakan bahwa Kraft menyatakan saya tidak diizinkan tampil di stadion miliknya. Ed juga bercerita bahwa Kraft telah menggalang dukungan dari beberapa pemilik stadion lain dan mereka bersama-sama memberikan ultimatum: jika Macklemore tetap ikut dalam tur, kalian tidak akan diizinkan tampil di tempat kami," ucap Macklemore.

Di sisi lain, Macklemore sendiri tetap teguh pada pendiriannya dalam menyuarakan kemanusiaan dan penderitaan warga sipil di Gaza serta Tepi Barat melalui karya-karyanya. Konflik di balik panggung musik global ini tidak hanya mencerminkan benturan pandangan politik yang tajam di Amerika Serikat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana isu geopolitik Timur Tengah kini merambah luas ke dalam industri hiburan internasional dan mengubah lanskap pertunjukan musik dunia. (Tengku Abdillah Ayyub)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.