JEMBER - Pergerakan tanah yang awalnya terjadi di bagian utara, di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, kini bergeser ke selatan dan terus mengikis tanah di bawah permukiman warga.
Kondisi paling mengkhawatirkan terlihat pada bagian bawah tebing yang sudah berlubang, sementara bagian atas masih tampak utuh. Hal ini dinilai sangat rawan, terutama jika hujan kembali turun.
Berdasarkan informasi warga, longsor pertama kali terjadi sejak lama. Saat itu, jarak antara rumah warga dan tepi sungai masih sekitar 30 meter, bahkan terdapat jalan desa selebar 3 meter. Namun kini, jarak tersebut hampir habis dan beberapa rumah sudah berada tepat di bibir jurang.
Longsoran memiliki panjang sekitar 150 meter, dengan kedalaman diperkirakan lebih dari 100 meter. Peristiwa terakhir terjadi secara tiba-tiba meski tanpa hujan, bahkan disebut warga terasa seperti getaran kecil. Material longsor juga sempat menutup aliran sungai sehingga mempersempit jalur air.
Sedikitnya 15 kepala keluarga atau sekitar 10 rumah terdampak langsung oleh bencana ini. Warga kini hidup dalam ketakutan, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.
Pihak kecamatan bersama pemerintah desa telah mengimbau warga untuk sementara mengungsi ke balai desa saat kondisi cuaca memburuk. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan skema relokasi bagi warga terdampak, terutama bagi yang memiliki lahan alternatif.
Warga pun menyatakan siap direlokasi demi keselamatan, mengingat kondisi tebing yang semakin tidak stabil dan berpotensi terjadi longsor susulan kapan saja.
Editor : JTV Jember



















