Menu
Pencarian

Libur Sekolah dan Cuaca Buruk Picu Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Portaljtv.com - Selasa, 23 Juni 2026 18:26
Libur Sekolah dan Cuaca Buruk Picu Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Antrean kendaraan di sepanjang jalur menuju Pelabuban Ketapang Banyuwangi. (Foto: handoko kusumo)

BANYUWANGI - Antrean kendaraan kembali terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sejak Minggu. Lonjakan kendaraan selama masa liburan sekolah yang diperparah cuaca buruk di Selat Bali menyebabkan antrean mengular hingga sekitar tujuh kilometer.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan membentang dari kawasan depan Pelabuhan Tanjungwangi hingga Watudodol. Antrean didominasi kendaraan logistik yang akan menyeberang menuju Bali.

General Manager ASDP Ketapang Banyuwangi, Arief Eko, menjelaskan antrean yang mulai terjadi sejak Minggu siang tidak hanya dipicu meningkatnya jumlah kendaraan logistik. Peningkatan volume kendaraan pribadi, bus, dan sepeda motor juga turut menambah kepadatan arus menuju pelabuhan.

Menurutnya, jumlah kendaraan yang memanfaatkan jasa penyeberangan meningkat sekitar 21 persen. Dari sekitar 7.000 unit pada hari sebelumnya, jumlah kendaraan meningkat menjadi sekitar 9.600 unit pada Minggu.

Selain lonjakan kendaraan, cuaca buruk di Selat Bali turut memengaruhi kelancaran operasional penyeberangan. Ombak yang cukup tinggi menyebabkan sejumlah kapal mengalami gagal sandar di Pelabuhan Ketapang sehingga proses bongkar muat kendaraan menjadi lebih lambat dan berdampak pada panjangnya antrean.

Untuk mengurai kepadatan, ASDP berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi guna menerapkan rekayasa lalu lintas. Kendaraan yang keluar dari pelabuhan diarahkan menuju jalur selatan sehingga kendaraan dari arah utara dapat langsung masuk ke area pelabuhan.

ASDP juga mengoperasikan 29 kapal yang terdiri atas 28 kapal reguler dan satu kapal perbantuan di Dermaga LCM. Kapal perbantuan tersebut menerapkan pola tiba, bongkar, dan berangkat guna mempercepat pelayanan penyeberangan.

Sementara itu, antrean panjang dikeluhkan para sopir truk. Salah seorang sopir, Lukman, mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan selama mengantre, baik untuk kebutuhan bahan bakar maupun konsumsi. Selain itu, lamanya waktu tunggu juga dinilai menghambat aktivitas distribusi barang. (luluk listiani)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.