JEMBER - Ratusan pelaku usaha mikro mengikuti Festival Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM yang digelar di Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa penunjukan Jember sebagai tuan rumah festival menjadi bukti daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor usaha mikro. Ia berharap kehadiran berbagai program dari Kementerian UMKM dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya.
Salah satu kebijakan yang mendapat apresiasi adalah penurunan suku bunga pinjaman PNM Mekaar menjadi delapan persen. Menurut Pemerintah Kabupaten Jember, kebijakan tersebut akan mempermudah pelaku usaha mikro memperoleh modal dengan beban pembiayaan yang lebih ringan.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyatakan bahwa pemberdayaan UMKM kini dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan akses pembiayaan, pemerintah juga mendorong pelaku usaha agar memiliki akses pasar yang lebih luas sehingga usahanya mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Hingga Juli 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional telah mencapai Rp160 triliun. Khusus di Jawa Timur, nilai penyaluran KUR mencapai Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu pelaku UMKM. Sementara itu, di Kabupaten Jember, penyaluran KUR telah menembus Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu pelaku usaha, dengan 69 persen disalurkan ke sektor produksi.
Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan pelaku UMKM lokal terus naik kelas melalui Program Gerobak Cinta, pelatihan, pendampingan, serta perluasan akses permodalan. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Editor : JTV Jember

















