NGANJUK - Koperasi Peternak Solidaritas Indonesia (KPSI) terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan ayam berbasis kemitraan. Kali ini, KPSI menyasar masyarakat Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, melalui sosialisasi program kemitraan peternakan ayam yang digelar di Bukit Surga.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok tani, perangkat desa, hingga warga yang tertarik mengembangkan usaha peternakan. Sosialisasi tersebut menjadi langkah strategis KPSI dalam membuka akses usaha sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat desa dalam sektor peternakan ayam.
Program kemitraan ini diharapkan mampu menghadirkan peluang usaha produktif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat pedesaan.
Ketua KPSI Jawa Timur, Kunti Nur Aini, dalam sambutannya menegaskan pentingnya masyarakat bergabung dalam koperasi sebagai wadah untuk memperoleh pengetahuan, pendampingan, serta dukungan dalam mengembangkan usaha peternakan.
Baca Juga : Kuatkan Ekonomi Rakyat, KPSI Perluas Kemitraan dengan Petani di Nganjuk
Menurutnya, melalui KPSI, masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu mengenai tata cara beternak ayam yang baik dan benar, tetapi juga memperoleh dukungan dalam pemasaran hasil ternak.
Kunti menjelaskan, koperasi hadir untuk membangun sistem kemitraan yang memberikan kemudahan bagi peternak rakyat. Dukungan tersebut mencakup penyediaan modal, pakan, bibit ayam atau day old chick (DOC) berkualitas, obat-obatan, hingga pendampingan selama proses pemeliharaan.
Dengan dukungan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjalankan usaha peternakan secara lebih terarah, meningkatkan kualitas pemeliharaan, serta mengembangkan produktivitas ternak.
Skema kemitraan ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi berbagai kendala yang selama ini dihadapi peternak rakyat, terutama terkait kebutuhan modal, ketersediaan sarana produksi, dan pemasaran hasil ternak.
Sementara itu, Kepala Desa Bareng, Ilham Nova Widiyatmoko, menyambut positif program kemitraan yang ditawarkan KPSI. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dukungan pemerintah desa dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan keterlibatan warga dan dukungan berbagai pihak, sektor peternakan diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat Desa Bareng.
Koperasi Peternak Solidaritas Indonesia (KPSI) telah berhasil mengembangkan sektor peternakan sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi masyarakat. Kini, KPSI terus memperluas kiprahnya ke sektor pertanian dengan mendorong pemberdayaan petani dan pengembangan potensi hasil produksi anggota.
Tak hanya di pasar domestik, KPSI juga telah mampu menembus pasar ekspor melalui hasil produksi anggotanya dengan menggunakan perizinan KPSI sendiri. Hingga saat ini, KPSI telah membuka jaringan di 18 kabupaten untuk pengembangan koperasi sektor riil, sebagai wujud komitmen dalam memperluas kemitraan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengurus KPSI memaparkan program kemitraan peternakan ayam secara kompeten, jelas, dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Antusiasme warga pun terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan sosialisasi. Hal ini tercermin dari banyaknya peserta yang aktif mengajukan pertanyaan, menunjukkan besarnya minat dan ketertarikan masyarakat untuk mengetahui lebih jauh tentang peluang kemitraan peternakan ayam yang ditawarkan KPSI.
KPSI sendiri menargetkan pengembangan keanggotaan yang lebih luas di wilayah Kecamatan Sawahan. Melalui sosialisasi ini, KPSI berharap seluruh desa di Kecamatan Sawahan ke depan dapat bergabung dalam program kemitraan koperasi.
Program ini sekaligus menjadi upaya mendorong tumbuhnya usaha produktif di pedesaan, membuka peluang peningkatan pendapatan, serta memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi masyarakat Kabupaten Nganjuk. ( Amin Raharjo )
Editor : JTV Kediri























