SURABAYA - KM Egon, salah satu kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) berhasil melakukan operasi penyelamatan terhadap 18 kru kapal swasta yang tenggelam di Laut Jawa pada Selasa (20/1/2026).
Seluruh kru kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan saat ini berada di atas KM Egon yang tengah melanjutkan pelayaran dari Batulicin menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Kru KM Egon pertama kali menerima panggilan darurat pada pukul 15.00 LT dari Masalembo Radio. Panggilan tersebut menyebutkan bahwa kapal KLM Puji Manunggal Sejati mengalami kebocoran lambung akibat ombak besar hingga tenggelam.
Nakhoda KM Egon Capt. Suryadi segera memerintahkan deviasi perjalanan pada pukul 15.30 LT untuk mendekati lokasi kejadian yang berjarak sekitar 4 mil.
Baca Juga : Wakil Kepala BP BUMN Tinjau Angkutan Nataru di Pelabuhan Tanjung Perak
Nakhoda KM Egon Capt. Suryadi menyampaikan bahwa tim darurat kapal langsung melakukan proses evakuasi dan berhasil menyelesaikan penyelamatan 18 kru kapal.
“Alhamdulillah, seluruh kru kapal berhasil diselamatkan pada pukul 17.32 LT. Setelah proses evakuasi selesai, KM Egon kembali melanjutkan pelayaran menuju Surabaya dengan seluruh kru yang dievakuasi dalam kondisi aman. Keselamatan jiwa manusia di laut merupakan prioritas utama kami,” ujar Capt. Suryadi.
Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah menyampaikan bahwa KM Egon yang dijadwalkan sandar pada Rabu (21/1) pukul 06.00 LT akan diizinkan langsung bersandar saat tiba di pelabuhan.
Baca Juga : Arus Kedatangan Pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Melonjak Jelang Lebaran
“Mengingat kondisi kru yang dievakuasi memerlukan penilaian dan perawatan lebih lanjut dari rumah sakit, kami berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dan KSOP untuk mengizinkan KM Egon berthing on arrival atau langsung bersandar setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak. Hal ini penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para kru yang telah dievakuasi,” terang Roni.
Sebelumnya, kapal penumpang PELNI yang lain juga melakukan aksi penyelamatan pada Sabtu (17/1). Kedua insiden ini menegaskan bahwa keselamatan jiwa manusia menjadi prioritas utama PELNI.
Dengan dukungan kesiapsiagaan armada dan pelatihan kru kapal secara berkelanjutan, PELNI berkomitmen untuk terus memperkuat budaya keselamatan dalam operasional pelayarannya.
Sebagai informasi, KM Egon adalah kapal 2 in 1 milik PELNI dengan kapasitas 544 pax, yang melayani rute Waingapu - Lembar - Surabaya - Batulicin - Pare-Pare - Bontang - Pare-Pare (PP).
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















