NGAWI - Puluhan warga Karang Taruna "Garuda Muda" dari enam dusun mengikuti pelatihan digitalisasi pemasaran dan sistem pembayaran di kediaman Pak Sugeng (52), Desa Kiyonten, Senin malam (27/7/2026). Pelatihan bertajuk DIGIPASAR (Digitalisasi Pemasaran dan Sistem Pembayaran) itu digelar oleh mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga mulai pukul 20.00 WIB.
Acara dibuka oleh Ketua Karang Taruna "Garuda Muda" Rusmin (48). Dalam sambutannya, ia berharap warga desa mampu mengikuti perkembangan teknologi di bidang usaha. Ketua Kelompok KKN-BBK 8 kemudian membuka kegiatan secara resmi dan menjelaskan bahwa program ini digagas karena masih banyak pelaku usaha di desa yang belum memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk dan bertransaksi.
Sebelum masuk ke materi, peserta lebih dulu mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman mereka tentang pemasaran digital dan pembayaran elektronik. Hasilnya menunjukkan sebagian besar warga belum familier dengan platform pemasaran daring maupun QRIS sebagai alat pembayaran nontunai.
Tim KKN-BBK 8 lalu membagikan brosur berisi panduan mandiri, mulai dari cara membuat akun di marketplace, mengunggah foto produk, hingga mengelola pesanan. Pada sesi inti, pemateri menjelaskan pentingnya digitalisasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk cara memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjangkau pasar di luar desa. QRIS turut diperkenalkan sebagai sistem pembayaran nontunai yang memungkinkan transaksi hanya dengan memindai kode lewat ponsel.
Baca Juga : Dramaturgi XXI Unair Pentaskan 'Sidang Susila' di Balai Pemuda
Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Warga menanyakan cara memulai pemasaran online tanpa modal besar, platform yang cocok untuk produk desa, hingga syarat mendaftarkan usaha agar bisa menerima pembayaran QRIS. Sejumlah peserta mengaku ingin segera mempraktikkan materi yang diperoleh.
Di akhir acara, peserta kembali mengerjakan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan dibandingkan pre-test.
"Selama ini kami hanya berjualan secara konvensional, dari mulut ke mulut. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami menyadari bahwa pemasaran digital dan pembayaran nontunai penting agar usaha kami tidak ketinggalan zaman. Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga yang telah memberikan materi ini," kata Rusmin.
Baca Juga : Kontingen Jatim Siap Menuju Peksiminas Lewat Peksimida 2026
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama. Program DIGIPASAR merupakan bagian dari implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta poin ke-17 tentang kemitraan lewat kolaborasi mahasiswa, karang taruna, dan warga desa. (Tim KKN-BBK 8 Universitas Airlangga, Desa Kiyonten, Kabupaten Ngawi)
Editor : Iwan Iwe



















