GRESIK - Program religi “Blusukan Padhange Ati Ramadan” kembali menyapa pemirsa melalui kajian penuh hikmah yang disiarkan oleh JTV. Dalam episode yang berlangsung di Masjid Akbar Moed'har Arifin, Desa Wadeng, Sidayu, Kabupaten Gresik, Senin (9/3/2026), KH Imam Chambali mengajak jemaah untuk merefleksikan kembali hakikat kerusakan di muka bumi melalui kacamata spiritual.
Dalam tausiahnya, KH Imam Chambali mengutip ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa kerusakan di darat maupun di laut merupakan dampak langsung dari ulah tangan manusia. Menurut beliau, bencana alam maupun degradasi kualitas kehidupan sosial saat ini tidak lepas dari perilaku manusia yang mulai menjauh dari nilai-nilai ketakwaan.
"Kerusakan tidak hanya berbentuk bencana alam, tetapi juga bisa muncul dalam kehidupan sosial. Hal itu sering kali bermula dari ketidakmampuan manusia dalam menjaga lisan dan hatinya," tegas KH Imam Chambali.
Beliau mengingatkan bahwa ucapan yang buruk—seperti fitnah, ghibah, maupun perkataan yang menyakiti orang lain—adalah pemicu utama perpecahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menjaga lisan bukan sekadar etika sosial, melainkan bagian krusial dari akhlak seorang Muslim.
Baca Juga : KH Imam Chambali di Gresik: Menjaga Lisan dan Hati sebagai Kunci Mencegah Kerusakan
Selain lisan, KH Imam Chambali menyoroti pentingnya menjaga hati dari penyakit mental seperti sifat iri, dengki, dan kebencian. Beliau menjelaskan bahwa hati yang tidak terjaga akan mudah dikuasai oleh hawa nafsu, yang pada akhirnya akan mewujud dalam tindakan-tindakan destruktif di lingkungan sekitar.
Ia pun menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum terbaik untuk melakukan transformasi diri. Puasa tidak hanya dimaknai sebagai upaya menahan lapar dan dahaga semata, tetapi juga sebagai sarana pengendalian diri dari segala bentuk perkataan serta perbuatan yang tidak bermanfaat.
“Puasa adalah latihan menahan diri. Hendaknya semangat ini kita bawa untuk memperbaiki kualitas akhlak dan perilaku kita sehari-hari agar tercipta kehidupan yang lebih damai dan harmonis,” pungkasnya.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Al-Qur'an Adalah Obat Hati, Kunci Iman Meningkat Adalah Ilmu
Melalui kajian ini, program “Blusukan Padhange Ati Ramadan” kembali menegaskan peran penting umat Islam dalam menciptakan kedamaian. Dengan membenahi lisan dan hati, setiap individu diharapkan mampu menjadi agen kebaikan yang mencegah kerusakan, sekaligus menghadirkan keberkahan di tengah masyarakat. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















