GRESIK - Suasana sejuk dan penuh khidmat mewarnai program "Blusukan Padhange Ati Ramadan" yang tayang di JTV pada Jumat (6/3/2026). Bertempat di Masjid Akbar Moed’har Arifin, Jl. Raya Deandles KM 32, Sidayu, Kabupaten Gresik, KH Imam Chambali memberikan tausiah mendalam mengenai pentingnya mencintai Al-Qur'an dan konsistensi dalam majelis ilmu.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an Surah Yunus ayat 57 oleh Ustaz Ahmad Nasrullah. Ayat tersebut menegaskan posisi Al-Qur'an sebagai pelajaran dari Allah, penyembuh penyakit hati, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman.
Al-Qur'an Sebagai Pelajaran, Bukan Sekadar Bacaan
Menanggapi ayat tersebut, KH Imam Chambali menekankan bahwa Al-Qur'an diturunkan untuk dipelajari secara mendalam, bukan sekadar dibaca tanpa pemahaman.
Baca Juga : KH Imam Chambali di Gresik: Menjaga Lisan dan Hati sebagai Kunci Mencegah Kerusakan
“Al-Qur'an itu diturunkan sebagai pelajaran. Kalau orang Islam tidak senang mempelajari Al-Qur'an, berarti keislamannya belum lengkap,” tegas KH Imam Chambali. Menurutnya, mengikuti pengajian adalah jalan agar kehidupan manusia tetap berada pada koridor yang benar.
Beliau juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai hubungan ibadah dan keimanan. Menurutnya, iman seseorang tidak otomatis naik hanya dengan ritual, melainkan dengan tambahan wawasan keagamaan. “Orang salat itu mendapat pahala, tapi belum tentu meningkatkan iman. Yang membuat iman meningkat itu adalah ilmu,” imbuhnya.
Obat Kegelisahan Hati
Baca Juga : KH Imam Chambali: Ujian Hidup Bukan Hanya Saat Susah, Justru Seringkali Saat Senang
Dalam tausiahnya, pengasuh Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya ini juga menyebut Al-Qur'an sebagai syifa atau obat. Kegelisahan dan "kesumpekan" hidup sering kali berakar dari jauhnya hati manusia dari tuntunan Al-Qur'an.
“Al-Qur'an itu obatnya hati. Kalau hidup terasa sesak atau gelisah, obatnya ya Al-Qur'an,” tutur KH Imam Chambali. Beliau menambahkan bahwa sekadar mendengarkan ceramah agama atau membaca Al-Qur'an sudah mampu menghadirkan ketenangan batin yang luar biasa.
Tak Ada Kata Terlambat untuk Mengaji
Baca Juga : KH Imam Chambali: Al-Qur'an Adalah Obat Hati, Kunci Iman Meningkat Adalah Ilmu
KH Imam Chambali mengingatkan bahwa tidak ada batasan usia dalam menuntut ilmu agama. Beliau mendorong jemaah untuk tetap istikamah hadir di majelis taklim meski merasa sulit memahami materi secara cepat.
“Mencari ilmu itu dari ayunan sampai liang lahat. Jadi tidak ada istilah terlambat untuk belajar mengaji. Paham atau tidak paham, yang penting datang. Di situlah letak keberkahannya,” pesannya.
Sebagai penutup, beliau mengajak masyarakat menjadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk mencintai Al-Qur'an lebih dalam. Dengan mengaji, ilmu akan bertambah, dan secara otomatis keimanan seseorang akan ikut menguat. (Amellia Ciello)
Baca Juga : KH Imam Chambali: Menikah Tak Perlu Menunggu Kaya, Allah yang Bakal Mencukupi Rezekinya
Editor : Iwan Iwe



















