KARO - Melalui unggahan di akun Threads yang ia posting, dr. Ferry Kusmalingga membuat analisis mengenai apa yang terjadi berdasarkan pada hasil laboratorium dari empat instrumen yakni nasi, ikan dan saus, melon, serta sampel muntah dari siswa bersangkutan.
Berdasarkan bedah hasil laboratorium tersebut, kasus keracunan makanan yang menimpa 361 siswa SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis (13/8/2026) dikaji secara mendalam menggunakan dokumen resmi UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut (Nomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026) yang diposting pada Selasa (8/9/2026).
Temuan Hasil Laboratorium & Titik Kontaminasi
Dari total 11 sampel yang diuji dengan empat parameter, ditemukan empat sampel positif mengandung bakteri patogen:
Analisis Medis oleh dr. Ferry Kusmalingga
Menurut dr. Ferry Kusmalingga, kondisi muntah dan diare berkepanjangan dapat memicu dehidrasi berat serta penurunan tekanan darah. Penurunan tekanan darah ini mengurangi aliran darah menuju ginjal, sehingga berisiko menyebabkan cedera ginjal akut. Selain itu, paparan E. coli pada buah melon juga disorot karena berisiko memicu komplikasi yang memengaruhi fungsi ginjal.
Terkait laporan adanya siswa yang mengalami gangguan memori atau saraf, dr. Ferry Kusmalingga menegaskan bahwa penyebabnya masih kompleks dan membutuhkan pemeriksaan klinis lebih lanjut karena ia tidak memeriksa pasien secara langsung.
Kondisi Terkini Tiga Siswi yang Menjalani Perawatan Intensif
Berdasarkan data penanganan korban, tiga siswi dilaporkan masih menjalani perawatan intensif dengan kondisi medis yang berbeda-beda:
- Agnesia Paruliana br Silitonga: Mengalami gangguan ginjal.
- Feby br Purba: Dilaporkan mengalami gangguan memori setelah ditemukan paparan racun jamur.
- Karissa Zefania br Aritonang: Mengalami komplikasi gangguan jantung.
Kasus keracunan program MBG di Berastagi ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat pada rantai distribusi dan penyimpanan makanan di sekolah agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















