KABUPATEN MADIUN - Ratusan warga memadati Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, untuk mengikuti tradisi Udikan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa siang.
Warga rela berdesakan untuk memperebutkan gunungan jajanan pasar dan uang yang disebarkan dalam tradisi tahunan tersebut. Masyarakat meyakini jajanan dan uang Udikan membawa keberkahan, baik bagi pihak yang bersedekah maupun warga yang menerimanya.
Tradisi Udikan diawali dengan perebutan gunungan jajanan pasar sekitar pukul 11.30 WIB. Pesertanya tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa hingga lanjut usia.
Antusiasme warga bahkan datang dari luar Desa Kedondong. Sejumlah warga dari wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Magetan dan Kota Madiun, turut hadir untuk mengikuti tradisi tersebut.
Puncak acara ditandai dengan penyebaran uang pecahan koin Rp500 dan Rp1.000, serta uang kertas Rp2.000 dan Rp5.000. Total uang yang disebarkan mencapai puluhan juta rupiah.
Suasana langsung berubah riuh ketika uang mulai disebarkan. Warga berusaha mendapatkan uang sebanyak mungkin, bahkan beberapa di antaranya sempat terjatuh akibat berdesakan.
Tradisi tersebut telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Kedondong. Tokoh masyarakat Desa Kedondong sekaligus perwakilan keluarga penyelenggara, Sudarmoko, menjelaskan bahwa tradisi Udikan pada awalnya hanya digelar oleh satu keluarga dermawan.
Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi kegiatan bersama yang juga dilakukan oleh keluarga-keluarga mampu sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki sekaligus ikhtiar mengharapkan syafaat Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian tradisi kemudian ditutup dengan kenduri dan pembacaan selawat yang diiringi musik tradisional gembrung sebagai bentuk doa untuk memohon keberkahan.
Usai doa bersama, warga menyantap hidangan kenduri secara bersama-sama di lokasi acara. Sebagian warga lainnya memilih membawa pulang hidangan tersebut untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
Tradisi Udikan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan semangat berbagi di tengah masyarakat Desa Kedondong.
Editor : JTV Madiun



















