Menu
Pencarian


Kemarau Panjang, Tulungagung Tetap Panen Raya dan Surplus 72 Ribu Ton Beras

JTV Kediri - Sabtu, 19 September 2026 15:24
Kemarau Panjang, Tulungagung Tetap Panen Raya dan Surplus 72 Ribu Ton Beras
PLT Bupati Tulungagung Ahmad Baharuddin. ( Foto : Beny Setiawan )

TULUNGAGUNG - Musim kemarau panjang tak menyurutkan produktivitas sektor pertanian di wilayah Kabupaten Tulungagung. Sebaliknya, wilayah ini justru sukses menggelar panen raya padi dan mencatatkan capaian surplus beras hingga lebih dari 72 ribu ton pada pertengahan bulan ini.

Momen panen raya tersebut dipusatkan di hamparan persawahan Kelurahan Karangwaru dan Desa Bono, Kecamatan Boyolangu. Menandai dimulainya masa panen pada pertengahan September ini, para petani setempat menggelar tradisi syukuran yang turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.

Ahmad Baharudin menyebut, kualitas gabah yang dipanen oleh para petani tergolong sangat baik. Ancaman kekeringan lahan yang kerap melanda berbagai daerah akibat kemarau panjang terbukti tidak merusak kualitas tanaman padi di wilayah tersebut.

"Produktivitas lahan padi pada panen kali ini terbilang sangat maksimal, karena hasilnya bisa mencapai sekitar tujuh hingga delapan ton gabah per hektare," ungkap Ahmad Baharudin.

Baca Juga :   Bebas Hama, Harga Gabah Tembus Rp7.700 per Kilo

Ia memproyeksikan, dengan luasan lahan yang mencapai 34 hektare di kawasan Karangwaru dan Bono tersebut, total produksi gabah kering panen ditaksir mampu menembus angka 272 ton.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto menjelaskan bahwa panen raya kali ini merupakan bagian dari siklus musim tanam kedua. Ia mengapresiasi etos kerja para petani di Tulungagung yang mampu memaksimalkan lahan hingga mencapai tiga kali musim tanam dalam kurun waktu setahun.

Suyanto membeberkan kalkulasi ketahanan pangan daerah yang tergolong sangat aman. Hingga Juli 2026, total produksi padi di Tulungagung telah mencapai 217.216 ton yang jika dikonversi setara dengan 125.985 ton beras. Sementara, kebutuhan konsumsi masyarakat Tulungagung hanya berada di kisaran 6.769 ton per bulan.

Baca Juga :   Panen Raya Januari-Maret 2026, Produksi Padi Banyuwangi Capai 160 Ribu Ton

"Dari perhitungan tersebut, Tulungagung berhasil mencatatkan surplus beras sebanyak 72.683 ton. Stok melimpah ini dipastikan aman untuk mencukupi kebutuhan pangan warga hingga sepuluh bulan ke depan," terang Suyanto.

Tingginya hasil panen ini menumbuhkan optimisme tersendiri bagi pemerintah daerah. Dengan lumbung pangan yang terisi penuh, Tulungagung diharapkan mampu tampil sebagai salah satu pilar penopang ketahanan pangan, terutama untuk membantu wilayah-wilayah lain yang tengah berjuang menghadapi krisis pasokan akibat kemarau panjang. (Agus Bondan-Beny Setiawan)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.