KEDIRI - Fenomena patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, yang viral di media sosial, membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasakan peningkatan omzet seiring membludaknya pengunjung yang datang ke lokasi tersebut.
Salah satunya dirasakan Sunar Murdianingrum, pedagang kaos yang berjualan di sekitar patung. Ia mengaku kewalahan melayani permintaan pengunjung yang terus berdatangan setiap hari.
"Saya baru jualan di sini sekitar seminggu, tapi hasilnya luar biasa. Dalam sehari bisa terjual lebih dari 50 kaos. Pada hari tertentu bahkan bisa lebih banyak lagi," ujar Ningrum.
Antusiasme pengunjung tak hanya menggerakkan roda perekonomian pedagang, tetapi juga mendapat apresiasi dari pembeli. Raditya Erlangga, pengunjung asal Surabaya, mengaku membeli delapan kaos sekaligus sebagai bentuk dukungan.
Baca Juga : Sektor Pertanian Jadi Primadona, BRI Salurkan KUR Rp 80,09 Triliun Sepanjang 2025
"Awalnya diajak datang ke sini. Tapi melihat dampak positifnya bagi warga, saya ingin berkontribusi dengan membeli produk lokal. Semoga ikon baru ini bisa terus dijaga," kata Raditya.
Patung macan putih yang menjadi daya tarik tersebut merupakan karya Suwari (60), seniman asal Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang. Ia menyelesaikan karya itu dalam 18 hari dengan anggaran sekitar Rp3,5 juta. Kini, karya seninya tak hanya menarik perhatian, tetapi juga menjadi pemulih ekonomi bagi UMKM di sekitarnya. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















