PONOROGO - Satreskrim Polres Ponorogo masih mendalami kasus dugaan penganiayaan oleh Ridho (27) terhadap ayah kandungnya, Bonamin (60), yang ditemukan tewas pada Minggu pagi (1/12/2024).
Ridho diduga menderita gangguan jiwa (ODGJ), namun polisi tetap melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan kebenaran kondisi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo , AKP Rudy Hidajanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa delapan saksi yang terdiri dari keluarga, tetangga, dan tokoh masyarakat. Selain itu, penyidik juga telah melakukan autopsi terhadap jasad korban.
“Melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi ketika peristiwa itu terjadi, sebelum peristiwa itu terjadi, dan sesudah terjadi. Yang kedua, penyidik juga sudah melakukan otopsi, dan hasilnya akan turun satu sampai dua minggu. Setelah itu akan kami sampaikan kepada para pihak,” ujar AKP Rudy.
Baca Juga : Tak Diberi Uang Rp 200 Ribu, Anak di Bangkalan Tega Aniaya Ibu Kandung
Dia menambahkan bahwa saksi yang diperiksa meliputi inisial S, M, dan A, yang merupakan tetangga korban, serta anggota keluarga pelaku.
"Memang sering kejadian seperti itu baik saat dia minum obat maupun tidak minum obat, tiba-tiba muncul (perilaku tertentu)," jelasnya.
Jasad Bonamin ditemukan dalam kondisi terbujur kaku di ruang tamu rumahnya. Warga langsung curiga kepada Ridho, yang diketahui tinggal berdua dengan korban.
Baca Juga : Adik Dianiaya, Kakak di Lumajang Bacok Pria Mabuk hingga Tewas
Pada tubuh korban ditemukan luka di berbagai bagian, yang semakin menguatkan dugaan penganiayaan.
Sebelumnya, korban dan pelaku dikabarkan sering terlibat cekcok. Ridho diduga dalam kondisi tidak stabil, yang memperburuk hubungan keduanya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, mengingat adanya dugaan gangguan kejiwaan yang melibatkan pelaku.
Baca Juga : Pengacara Surabaya Gus Yasin Dikeroyok Dept Collector di Depan Polisi
Polisi berharap hasil autopsi yang akan keluar dalam satu hingga dua minggu ke depan dapat memberikan titik terang untuk mengungkap kasus ini secara tuntas. (Ega Patria/Dhelfia Ayu
Editor : Iwan Iwe