KEDIRI - Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, mendadak memanas setelah ratusan pengemudi yang tergabung dalam komunitas ojek online roda dua mendatangi dan menyegel paksa kantor salah satu aplikator. Aksi nekat ini dilakukan massa sebagai bentuk kekecewaan mendalam setelah unjuk rasa yang mereka gelar sebelumnya tidak menemukan titik temu dengan pihak manajemen.
Dalam aksinya, massa membawa dua tuntutan utama yang dinilai mendesak. Mereka menuntut penghapusan fitur booster atau turbo serta pembatasan penerimaan anggota baru oleh aplikator.
Program turbo sendiri merupakan fitur opsional dari aplikator yang mengharuskan pengemudi membayar lima belas ribu rupiah untuk durasi lima jam. Dengan memakai fitur tersebut, pengemudi dijanjikan bisa menjangkau pelanggan lebih luas dan cepat.
Kendati demikian, para pengemudi menilai fitur tersebut menimbulkan ketidakadilan bagi pengemudi lainnya karena menambah beban biaya tambahan.
Baca Juga : Mantan Driver Ojol Bagikan 200 Paket Bantuan untuk Mitra Ojol di Jember
Syaiful Arif, selaku Humas Garda Kediri, menyampaikan bahwa aksi penyegelan ini adalah bentuk akumulasi kekecewaan rekan-rekan seprofesi di lapangan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Kediri langsung merespons situasi tersebut. Asisten II Pemerintahan dan Perekonomian Kota Kediri, Eko Lukmono, menyatakan bahwa pihak pemkot telah melakukan pengkajian ulang dan segera menyampaikan persoalan ini kepada pihak aplikator.
Selain itu, pemkot juga akan berkoordinasi dengan kementerian yang berwenang guna meneruskan tuntutan dari para pengemudi ojek online di Kota Kediri.
Massa menegaskan bahwa penyegelan kantor aplikator ini akan terus berlanjut hingga pihak manajemen pusat memberikan jawaban yang jelas atas tuntutan mereka. ( Beny Kurniawan )
Editor : JTV Kediri



















