KABUPATEN PASURUAN - Sebuah sudut di Dusun Sukorejo, Desa Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kini dikenal luas dengan sebutan “Wisata Panci”. Bukan sekadar pusat penjualan alat masak, kawasan ini berkembang menjadi destinasi belanja sekaligus spot foto yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.
Siapa sangka, kawasan yang dulu didominasi hamparan sawah ini pernah mengalami masa sulit. Perubahan terjadi ketika lahan pertanian warga beralih fungsi menjadi jalan raya. Banyak warga yang sebelumnya menggantungkan hidup dari bertani terpaksa mencari sumber penghasilan baru.

Perjalanan mereka tidak langsung mulus. Warga sempat mencoba peruntungan dengan menjual kasur, namun kurang diminati. Usaha beralih ke penjualan piring pun belum membuahkan hasil memuaskan. Hingga akhirnya, empat warga setempat—Nasuki, Musiman, Ibrahim, dan Madi—mencoba menjual panci ke berbagai daerah. Ternyata, pilihan tersebut menjadi titik balik perekonomian dusun.
Baca Juga : Desa Wisata Kemiren Banyuwangi Geliatkan Ekonomi Warga, Mulai Anak Muda hingga Lansia Berday
Seiring meningkatnya permintaan, usaha panci berkembang pesat. Warga lain mulai mengikuti jejak tersebut hingga terbentuk deretan toko yang menjual beragam peralatan dapur, dengan panci sebagai produk unggulan. Pasokan barang didatangkan langsung dari sejumlah sentra industri seperti Sidoarjo, Jakarta, hingga Pasar Turi Surabaya.
Menurut Suwadi (52), salah satu warga, usaha panci mulai dirintis sekitar tahun 1984 saat kondisi ekonomi dusun sedang terpuruk. “Dari situlah warga berusaha bangkit. Panci jadi awal perubahan,” ujarnya.
Kini, kawasan itu dikenal sebagai sentra penjualan panci dengan harga bersaing dan relatif terjangkau. Selain berbelanja, pengunjung juga bisa menemukan sudut-sudut menarik untuk berfoto dengan latar tumpukan panci berbagai ukuran dan warna yang tertata rapi.
Baca Juga : Giring Resmikan Bamboo Living Museum di wisata Boonpring Pada Festival Ekraf
Transformasi Dusun Sukorejo menjadi Wisata Panci menjadi bukti bahwa kreativitas dan kegigihan warga mampu mengubah krisis menjadi peluang. Dari desa pertanian, kini menjelma menjadi pusat perdagangan alat dapur yang ikonik di Pasuruan. (Prakerin-Mido)
Editor : JTV Malang

















