KOTA MADIUN - Ratusan umat Katolik mengikuti visualisasi Jalan Salib dalam rangka peringatan Hari Paskah di Gereja Mater Dei dengan penuh khidmat. Prosesi ini menjadi momen refleksi mendalam untuk mengenang penderitaan hingga wafatnya Yesus Kristus.
Peringatan Jumat Agung di Gereja Mater Dei berlangsung khusyuk melalui visualisasi Jalan Salib yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah Pekan Suci. Ratusan umat tampak mengikuti setiap prosesi dengan penuh penghayatan.
Visualisasi Jalan Salib diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK) dengan menampilkan adegan perjalanan sengsara Yesus secara teatrikal. Mulai dari saat memikul salib, mengalami siksaan, hingga peristiwa penyaliban, seluruh rangkaian ditampilkan secara runtut dan menyentuh emosi umat yang hadir.
Suasana haru begitu terasa, terutama saat adegan Yesus memanggul salib dan menerima perlakuan dari para prajurit. Tidak sedikit umat yang larut dalam penghayatan, bahkan menitikkan air mata sebagai bentuk refleksi atas pengorbanan yang ditampilkan dalam visualisasi tersebut.
Romo Diakon, Mikhael Varian Toar Derian, menyampaikan bahwa Jalan Salib bukan sekadar mengenang penderitaan, tetapi juga menjadi sarana refleksi iman bagi umat.
“Jalan Salib ini bukan hanya mengenang penderitaan Tuhan Yesus, tetapi menjadi momen refleksi bagi umat untuk semakin menghayati iman dan meneladani kasih serta pengorbanan-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Antonius Dimas Surya Desba yang memerankan Yesus mengaku membutuhkan penghayatan mendalam dalam memerankan sosok tersebut.
“Peran ini tentu membutuhkan penghayatan, karena kami ingin menyampaikan pesan penderitaan dan pengorbanan Yesus agar bisa dirasakan oleh umat yang menyaksikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, umat Katolik diajak untuk semakin menghayati makna pengorbanan dan kasih Yesus Kristus, sebagai bagian dari rangkaian Pekan Suci menuju perayaan Paskah
Editor : JTV Madiun



















