MADIUN - Menjelang bulan suci Ramadan, pedagang bunga musiman di Pasar Sleko, Kota Madiun menuai berkah. Lapak ojokan penjual bunga mulai ramai didatangi pembeli yang memburu bunga mawar, kenanga, dan pandan untuk keperluan ziarah makam.
Kondisi ini mulai terlihat di Pasar Sleko, Kota Madiun, di mana lapak-lapak pedagang mulai dipadati masyarakat. Para pembeli biasanya mencari bunga mawar, kenanga, dan pandan. Meski harganya lebih mahal dari hari biasa, bunga tersebut tetap diburu karena merupakan kebutuhan tradisi, yakni digunakan untuk berziarah ke makam sembari mendoakan leluhur menjelang bulan puasa.
Para pedagang menjual bunga dengan harga Rp5.000 hingga Rp7.000 untuk satu kantong plastik kecil. Sedangkan untuk satu nampan yang berisi campuran bunga mawar, kenanga, dan pandan, dijual seharga Rp20.000 hingga Rp35.000.
“Penjualan ini meningkat dua kali lipat dari hari biasa. Rata-rata orang di sini membeli bunga mawar, yang harga satu kilonya mencapai Rp150.000. Orang-orang membeli bunga ini untuk nyekar karena menjelang Ramadan,” ujar Kasmiati, salah seorang pedagang bunga.
Sementara itu, untuk bunga mawar dalam satu ikat karung cabai, pedagang menjualnya seharga Rp300.000 hingga Rp350.000. Harga tersebut tergantung dari mana bunga didatangkan, yang biasanya dipasok dari wilayah Magetan dan Solo.
“Saya beli bunga di sini untuk takziah. Biasanya, takziah atau nyekar dilakukan ketika menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya,” ujar Retno Subandiyah, salah seorang pembeli.
Pedagang memprediksi puncak keramaian pembeli bunga bakal terjadi pada H-1 Ramadan nanti. Hal tersebut rutin terjadi setiap momen menjelang bulan suci Ramadan di setiap tahunnya. (Sani Akbar)
Editor : Iwan Iwe



















