Menu
Pencarian


Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 persen Wisatawan

Ayul Andhim - Minggu, 5 Juli 2026 18:00
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 persen Wisatawan
Gubernur Khofifah saat melepas peserta Internasional Trail Running MANTRA116 2026 yang menjadi salah satu sport tourism di Jatim. (Foto: Kominfo Jatim)

PASURUAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendeklarasikan Jatim sebagai provinsi dengan event terbanyak. Selama ini sekitar 30 persen wisatawan hadir di Jawa Timur karena ada event yang digelar di 38 kota dan kabupaten.

"Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang mempunyai event terbanyak. Ini sudah dibuktikan jumlah event kita ada ribuan di Jawa Timur," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, di sela-sela acara Malang Trail Runners (Mantra) 116, di Kabupaten Pasuruan, 3-5 Juli 2026.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah terus mengoptimalkan sektor sport tourism sebagai mesin baru untuk menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Langkah inovatif ini juga diyakini efektif dalam membangkitkan sektor pelaku usaha mikro serta mengenalkan potensi desa wisata di sekitar lereng pegunungan.

Evy yakin jumlah kunjungan pelancong mancanegara akan meningkat hingga dua kali lipat dibanding realisasi tahun sebelumnya melalui pematangan konsep eco sport tourism. Hal ini terlihat dari maraknya Malang Trail Runners (Mantra) 116 yang diikuti 4.014 orang pelari pria dan wanita dari 22 negara benua Eropa, Afrika, dan Asia.

Baca Juga :   Ribuan Pelari Ikuti International Trail Running MANTRA116 2026, Gubernur Khofifah: Perkuat Sport Tourism di Jatim

Mereka berlari menempuh jalur ekstrem Gunung Arjuno-Welirang, di Kecamatan Prigen. Setelah sempat terhenti setahun karena pandemi, kegiatan yang sudah memasuki usia sepuluh tahun ini kembali digelar dalam enam kategori jarak rute, mulai dari sepuluh kilometer hingga 116 kilometer. Jalur Lincing menjadi jalur baru yang sengaja dirancang agar para peserta tidak merasa bosan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut agenda olahraga berskala internasional ini memberikan dampak perputaran ekonomi yang besar pada sektor perhotelan dan jasa transportasi lokal. Komitmen kepala daerah dalam mengawal iklim wisata berbasis lingkungan menjadi kunci utama suksesnya investasi kreatif di sektor hiburan ini.

Agenda seperti Mantra 116 ini juga sangat berkontribusi nyata dalam memperkuat posisi provinsi sebagai destinasi wisata unggulan nasional. Lonjakan jumlah pelancong asing dari 21 negara yang menginap di sekitar Pasuruan otomatis akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak hiburan dan kuliner. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan pihak swasta berhasil menciptakan ekosistem perniagaan baru yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat adat.

Baca Juga :   Usung Konsep City Run, Surabaya Marathon 2026 Manjakan Pelari Lewat 10 Situs Sejarah

"Hari ini kita akan eksplor lereng Arjuno dan indahnya Tahura Raden Soerjo. Bagaimana kita menikmati Indonesia dengan alamnya dan mudah-mudahan ini menjadi sport tourism yang akan jadi energi positif bagi kita semua. Makin inovatif, makin kreatif dan tentu kita harapkan start happy finish happy," kata Gubernur Khofifah.

Wilayah konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo merupakan kawasan hutan yang menyimpan kekayaan flora dan fauna endemik. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) agar kawasan ini bisa digunakan untuk sportourism.

"Dan kesekian kali ini, saya minta kemarin Mantra juga kampanye terkait dengan pengawetan, kemudian pengayaan kawasan konservasi itu menjadi penting," katanya.

Baca Juga :   Resmi Dilantik, Bima Arya Siap Bawa Cabang Lari Trail Indonesia Mendunia

Jumadi menegaskan bahwa promosi lingkungan ini sangat strategis karena selaras dengan program Jatim Lestari yang digagas oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah kini tengah membidik perluasan rute lari agar dapat melewati ratusan jaringan desa wisata yang tersebar di wilayah kaki gunung. Strategi perluasan ini diyakini mampu meratakan distribusi pendapatan ekonomi agar tidak hanya berpusat di area perkotaan saja.

Melalui kesuksesan promosi cagar biosfer internasional UNESCO, iklim investasi pariwisata di Jawa Timur diproyeksikan akan semakin cerah dan kompetitif. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi perizinan kegiatan serupa demi mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.