SURABAYA - Intensitas hujan yang mulai tinggi, mendapat perhatian Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. Politisi Gerindra ini mengajak masyarakat kota pahlawan untuk meningkatkan kewaspadaan selama libur Natal dan Tahun Baru menyusul potensi cuaca ekstrem berdasarkan informasi BMKG.
“Masyarakat perlu memahami bahwa kondisi cuaca saat ini tidak normal, sehingga kehati-hatian harus dikedepankan, terutama di kawasan rawan genangan, tanah longsor, bantaran sungai, dan titik-titik yang berpotensi terdampak banjir,” kata Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Cak Yebe menyampaikan, peningkatan mobilitas warga selama libur akhir tahun harus diimbangi dengan kesadaran terhadap risiko bencana. Kondisi cuaca yang dinamis menuntut kehati-hatian lebih tinggi dari masyarakat.
Cak Yebe juga mengimbau warga Surabaya agar tidak memaksakan diri bepergian ke lokasi yang berisiko tinggi hanya demi merayakan pergantian tahun. Keselamatan warga, menurut dia, harus menjadi prioritas utama.
Baca Juga : Libur Nataru, 766 Bus Padati Terminal Purboyo, Simpul Terpadat Nasional Ke-2
“Sebaiknya warga tidak bepergian untuk merayakan pergantian tahun di tempat-tempat yang berpotensi rawan bencana, karena keselamatan jauh lebih penting bagi kita semua,” tutur Cak Yebe.
Menurut Cak Yebe, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif warga di lingkungan masing-masing. Soliditas kampung dinilainya dapat mempercepat penanganan ketika situasi darurat muncul.
“Kekuatan Surabaya ada pada kampungnya, sehingga ketika hujan deras atau potensi banjir muncul, warga bisa saling menjaga, saling mengingatkan, dan bergerak bersama sebelum kondisi memburuk,” kata dia.
Baca Juga : Jumlah Penumpang Terminal Tipe A Patria Blitar Meningkat 20 Persen Saat Libur Nataru
Cak Yebe juga mengingatkan dampak lanjutan cuaca ekstrem seperti pohon tumbang, gangguan listrik, hingga terganggunya akses jalan dan layanan publik. Antisipasi terhadap risiko-risiko tersebut perlu disiapkan sejak awal.
“Antisipasi tidak hanya soal banjir, tetapi juga dampak ikutan seperti pohon tumbang, akses jalan yang terhambat, dan gangguan layanan publik yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Cak Yebe.
Dia menyebut pentingnya penguatan peran Satgas Kampung Pancasila sebagai garda terdepan menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan.
Baca Juga : Libur Natal 2025, Kawasan Wisata Pantai Trenggalek Digruduk Ribuan Wisatawan
“Penguatan kepada masyarakat Kota Surabaya perlu dilakukan melalui Pilar Satgas Kampung Pancasila, khususnya Satgas Keamanan dan Lingkungan, karena libur Nataru berpotensi menghadirkan gangguan keamanan sekaligus dampak anomali cuaca yang dapat memicu hujan deras hingga banjir,” ujar politisi Gerindra ini.
Selain itu, Cak Yebe juga mendorong kesiapsiagaan penuh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki fungsi kebencanaan dan pengamanan. Menurutnya, koordinasi lintas OPD menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat selama Nataru.
“Kami mendorong Pemkot Surabaya melalui OPD terkait ketanggapdaruratan dan kebencanaan, baik BPBD, Satpol PP, maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, untuk siaga penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem selama Nataru,” kata Cak Yebe.
Baca Juga : Satlantas Lakukan Pengecekan Jeep Jalur Bromo
Dia berharap Satgas Kampung Pancasila di tingkat RW dapat aktif melakukan pemantauan dan deteksi dini di lingkungan masing-masing. Respons cepat dan komunikasi yang baik dinilainya dapat meminimalkan dampak ketika terjadi kondisi darurat.
“Satgas Kampung Pancasila harus terus memantau kondisi wilayahnya, menyampaikan informasi secara cepat ke warga, dan segera berkoordinasi dengan pemerintah apabila muncul indikasi kedaruratan,” ujar Cak Yebe.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan peningkatan potensi cuaca ekstrem menjelang Natal dan Tahun Baru akibat dinamika atmosfer. Aktivitas Monsoon Asia yang diperkuat anomali Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator meningkatkan peluang hujan lebat di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur.
Baca Juga : Liburan Nataru Kayutangan Heritage Diserbu 20 Ribu Wisatawan
“Kondisi ini berpotensi memicu hujan ekstrem, angin kencang, petir, serta risiko banjir dan tanah longsor serta gangguan aktivitas transportasi,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.(*)
Editor : M Fakhrurrozi



















