Program “Infone Warga” yang tayang di JTV pada Kamis (26/03/2026), kembali menghadirkan beragam laporan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar provinsi, mulai dari kasus kriminal, bencana banjir, hingga persoalan lingkungan dan infrastruktur.
Salah satu kabar yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, dalam mengungkap kasus begal payudara yang sempat viral dan meresahkan warga. Pelaku berhasil diamankan setelah identitasnya terdeteksi.
Dalam keterangannya, pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk memberantas kejahatan serupa. “Kepada para pelaku pelecehan seksual, jangan lagi berani-berani. Kami akan tindak tegas, tidak ada urusan,” tegas Luthfi.
Selain itu, polisi juga mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan pasangan suami istri yang telah beraksi berulang kali di sejumlah lokasi.
Baca Juga : Banjir Intensitas Tinggi Lumpuhkan Aktifitas Warga Pasuruan
Dari sektor infrastruktur, laporan warga menyoroti kondisi jalan rusak parah di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Jalan berlubang yang tertutup genangan air dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Sementara itu, bencana banjir kembali melanda wilayah Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan. Ketinggian air yang mencapai lutut hingga paha orang dewasa mengganggu aktivitas warga serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Di Kabupaten Pasuruan, banjir juga menyebabkan kerusakan jalan. Sejumlah paving dilaporkan hilang atau ambles setelah terendam air, sehingga akses warga menjadi terganggu.
Baca Juga : Sungai Meluap Ribuan Rumah di Lumajang Terendam
Laporan lain datang dari Kabupaten Trenggalek, di mana seekor ular king kobra ditemukan masuk ke rumah warga di Desa Ngadirjo, Kecamatan Pogalan. Petugas pemadam kebakaran langsung melakukan evakuasi.
Kepala Bidang Damkar Kabupaten Trenggalek, Wasis Widodo, mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak sendiri saat menemukan hewan berbahaya. “Selama damkar belum datang, ular jangan diganggu. Diawasi saja agar tidak berpindah tempat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahaya ular berbisa bagi warga awam. “Untuk ular jenis king kobra, jangan sekali-sekali mencoba evakuasi sendiri karena sangat berbahaya,” tambahnya.
Baca Juga : Hujan Deras, Jalan Pattimura Kota Kediri Terendam Banjir
Permasalahan lingkungan turut menjadi perhatian, salah satunya tumpukan sampah liar di Dusun Klagen, Desa Wilayut, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menyatakan pihaknya akan melakukan penanganan secara bertahap. “Kami tidak langsung melakukan pembersihan, tetapi melakukan asesmen terlebih dahulu agar penanganannya berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya sistem pengelolaan sampah di tingkat desa. “Kami dorong setiap desa memiliki TPS3R agar pengelolaan sampah bisa lebih terstruktur,” imbuhnya.
Baca Juga : Banjir Rendam Permukiman dan Jalan di Madiun, Jalur Dialihkan
Tak hanya itu, program ini juga sempat menerima laporan warga terkait orang hilang di Blitar. Namun, informasi detail masih menunggu kelengkapan data dari pihak keluarga agar dapat ditindaklanjuti.
Melalui berbagai laporan tersebut, “Infone Warga” terus menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam menyampaikan informasi, keluhan, hingga apresiasi. Warga diimbau untuk aktif melaporkan kondisi di lingkungan sekitar guna membantu percepatan penanganan oleh pihak terkait. (Amellia Ciello)
Baca Juga : Tanggul Sungai Welang Jebol, Ratusan Rumah di Pasuruan Terendam Banjir
Editor : Iwan Iwe



















