KOTA BATU - PortalJTV – Memasuki usia seperempat abad, Kota Batu menegaskan pentingnya sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat untuk mengawal pembangunan yang berkelanjutan. Tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, pembangunan juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat paripurna peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu yang digelar Jumat (16/10/2026). Tahun ini, peringatan mengusung tema “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan tagline “Kreatif SAE”.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Batu Didik Subianto dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Punjul Santoso dan Ludi Tanarto, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, anggota DPRD, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta kepala desa dan lurah se-Kota Batu.
Baca Juga : HUT ke-25 Kota Batu, DPRD dan Pemkot Satukan Langkah Kawal Pembangunan Berkelanjutan

Ketua DPRD Kota Batu Didik Subianto menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan sebagai modal dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Kota Batu membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk DPRD dan pemerintah daerah dalam merumuskan serta mengawal kebijakan.
“Persatuan dan kebersamaan harus terus kita perkuat. Dengan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, kita dapat menentukan langkah terbaik untuk pembangunan Kota Batu,” ungkap Didik.
Baca Juga : Bukan soal Kedekatan! Sekda Batu Tegaskan Promosi Kepala OPD Berdasarkan Kemampuan dan Kinerja
Ia menegaskan, DPRD memiliki peran strategis melalui fungsi pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Didik, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan Kota Batu ke depan.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan seperempat abad Kota Batu sebagai momentum memperbarui semangat pengabdian dan menyatukan langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Nurochman menyampaikan apresiasi kepada DPRD, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta berbagai kelompok masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan Kota Batu.
Ia juga mengapresiasi dukungan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Polres Batu, Kodim 0818/Malang-Batu, Pusdik Arhanud, Poltekad, dan Kabengpusarhanud. Nurochman turut menyampaikan penghargaan kepada Kejaksaan Negeri Batu atas dukungan dalam penataan aset, pemulihan aset, serta sertifikasi tanah milik pemerintah daerah dan Desa Tulungrejo.
Dalam sambutannya, Nurochman memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Pada 2025, realisasi investasi Kota Batu mencapai Rp2,33 triliun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebesar 80,35, sementara tingkat kemiskinan turun dari 3,06 persen pada 2024 menjadi 2,86 persen pada 2025.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah daerah juga melanjutkan penguatan sumber daya manusia melalui Program Seribu Sarjana serta sektor pertanian melalui program CooSAE dan Smart and Integrated Farming.
Nurochman menekankan bahwa pembangunan masa depan harus turut membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi daerah.
“Masa depan Kota Batu tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun hari ini, tetapi juga oleh kesempatan yang kita berikan kepada generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengambil peran,” ujar Nurochman.

Selain capaian ekonomi, penataan aset daerah menjadi salah satu perhatian Pemkot Batu. Koordinasi dengan instansi terkait dilakukan untuk memperjelas status hukum tanah, menuntaskan administrasi, serta melindungi aset milik pemerintah daerah.
Kepastian hukum atas aset dinilai penting agar kekayaan daerah dapat dikelola secara tertib dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Di bidang kesehatan, Pemkot Batu juga menaruh perhatian pada peningkatan akses dan kualitas pelayanan. Kota Batu meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya, yang menjadi salah satu capaian dalam upaya memperluas perlindungan kesehatan bagi warga.
Peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi pemerintahan diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Untuk itu, dukungan tenaga profesional, fasilitas yang memadai, serta koordinasi lintas sektor tetap diperlukan agar pelayanan berjalan secara konsisten.
Sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata dan pertanian, Kota Batu menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Nurochman mengingatkan bahwa kekuatan pariwisata Kota Batu tidak hanya bertumpu pada keindahan alam dan jumlah kunjungan wisatawan. Produk lokal, pelayanan, kuliner, serta keramahan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing daerah.

“Kota Batu bukan hanya tumbuh karena keindahan alam dan kunjungan wisata, tetapi juga karena produk, pelayanan, kuliner, dan keramahan masyarakatnya,” tuturnya.
Karena itu, pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan penguatan UMKM, pertanian, perdagangan, dan ekonomi kreatif. Keterlibatan petani, pelaku usaha, pekerja pariwisata, seniman, serta komunitas kreatif menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Di sisi lain, pelestarian lingkungan menjadi pesan utama dalam tema HUT ke-25 Kota Batu. Perlindungan kawasan hijau, pengelolaan sampah, pemeliharaan sumber air, serta pengendalian pemanfaatan ruang perlu menjadi perhatian dalam pembangunan jangka panjang.
Nurochman menegaskan, tanggung jawab menjaga lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat melalui kebiasaan sehari-hari yang mendukung kebersihan dan kelestarian alam.
“Menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan kebiasaan bersama, mulai dari lingkungan rumah, tempat kerja, sekolah, hingga ruang publik,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tema “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan”. Sementara tagline “Kreatif SAE” menjadi dorongan untuk mengembangkan inovasi dan potensi lokal tanpa mengabaikan karakter serta kelestarian alam Kota Batu.
Pembangunan berkelanjutan membutuhkan hubungan kerja yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah. Melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD berperan mengawal kebijakan serta program pemerintah. Sementara itu, Pemkot Batu bertanggung jawab memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi juga perlu diperluas hingga tingkat desa dan kelurahan, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat. Kerja sama lintas wilayah dengan Kota Malang dan Kabupaten Malang turut menjadi perhatian untuk mendukung pengembangan kawasan Malang Raya.

Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan publik, mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan semangat “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan”, DPRD dan Pemkot Batu diharapkan terus menyatukan langkah agar pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta perlindungan alam bagi generasi mendatang.
Editor : JTV Malang























