MALANG - Tren kafe bernuansa alam terus berkembang pesat di Malang. Salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman unik adalah Cafe Pipir Lepen. Berlokasi di kawasan legendaris Pasar Bunga Splendid, kafe ini menghadirkan suasana hijau yang menenangkan, menjadikannya pilihan favorit mahasiswa untuk bersantai maupun mengerjakan tugas.
Secara geografis, kafe ini terletak di Jalan Brawijaya, Kecamatan Klojen. Lokasinya hanya berjarak beberapa menit dari Alun-alun Tugu Malang, sehingga sangat mudah dijangkau. Meski berada di jantung kota, area kafe ini terasa eksklusif karena tersembunyi di balik deretan kios bunga yang asri.
Nuansa Alami di Bantaran Sungai
Sesuai namanya, Pipir Lepen yang dalam bahasa Jawa berarti “pinggir sungai,” dibangun tepat di bantaran sungai kecil yang mengalir di tengah pasar bunga. Begitu memasuki area kafe, pengunjung disambut pepohonan rindang dan berbagai tanaman hias yang menciptakan atmosfer sejuk.
Area duduk ditata sederhana dengan dominasi elemen kayu untuk memperkuat kesan natural. Suara gemericik aliran air sungai menambah nuansa syahdu, memberikan pelarian sejenak dari kebisingan kota. Khusus selama bulan Ramadan, Cafe Pipir Lepen beroperasi mulai pukul 11.00 hingga 01.00 WIB, menjadikannya lokasi ideal untuk berbuka puasa hingga tempat berkumpul di malam hari.
Menu Ramah Kantong: Dari Kopi hingga Wedang Rempah
Dari sisi kuliner, kafe ini menawarkan variasi menu yang sangat terjangkau bagi kantong pelajar. Makanan berat seperti olahan mi dan nasi, hingga camilan tradisional, dibanderol mulai dari Rp12.000.
Untuk minuman, selain kopi yang dijual mulai Rp10.000, Cafe Pipir Lepen memiliki ciri khas pada minuman rempah tradisionalnya. Pengunjung bisa mencicipi wedang telang dan rosella yang dikenal berkhasiat bagi kesehatan dengan warna alami yang estetik. Tersedia juga paket hemat bertajuk “Paket Anti Sambat” yang cocok dinikmati beramai-ramai.
Ruang Inspirasi bagi Mahasiswa
Ketenangan yang ditawarkan menjadi magnet tersendiri bagi kaum akademisi. Maya, seorang mahasiswa asal Surabaya, mengaku sering singgah karena suasana alaminya membantu meningkatkan fokus.
“Tempatnya adem dan berbeda dari kafe lain. Suara air sungainya bikin lebih fokus ngerjain tugas. Sambil nunggu pesanan, kita juga bisa lihat-lihat bunga di sekitar, jadi tidak bosan,” ujarnya.
Keberadaan Cafe Pipir Lepen membuktikan bahwa konsep sederhana yang menyatu dengan alam memiliki daya tarik yang kuat. Tidak hanya sebagai tempat makan, kafe ini bertransformasi menjadi ruang sosial dan tempat mencari inspirasi di tengah hijaunya Pasar Bunga Splendid. (Mamluatus Salimah)

Editor : Iwan Iwe



















