Menu
Pencarian

Hari Jadi Ke-167 Sidoarjo, Publik Menanti Kepemimpinan Kembali Harmonis

Portaljtv.com - Sabtu, 31 Januari 2026 11:07
Hari Jadi Ke-167 Sidoarjo, Publik Menanti Kepemimpinan Kembali Harmonis
Hari Jadi Ke-167 Sidoarjo, Publik Menanti Kepemimpinan Yang Kembali Harmonis

SIDOARJO - Sidoarjo genap berusia 167 tahun pada 31 Januari 2026. Selain rangkaian seremoni dan perayaan, momentum peringatan Hari Jadi tersebut diwarnai perhatian publik terhadap dinamika kepemimpinan di Kota Delta.

Isu tersebut mengemuka dalam diskusi hangat dalam program “Gak Cumak Cangkruk’an” di JTV pada Jumat (30/01/26).

Ketidakharmonisan hubungan antara Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana dinilai memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat. Konflik di level pimpinan daerah yang mencuat sejak 2025 itu disebut berdampak pada ritme pemerintahan, mulai dari pengambilan kebijakan strategis hingga efektivitas pelayanan publik.

Ketua Umum HMI Sidoarjo, Dandi Amar Rizky, menilai kondisi tersebut bukan semata persoalan internal elite. Menurutnya, dinamika tersebut memiliki implikasi luas terhadap pendidikan politik masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ketika pemimpin tidak sejalan, yang disuguhkan ke publik justru tontonan konflik. padahal masyarakat berharap kepemimpinan yang fokus bekerja dan memberi dampak nyata,” ujar Dandi.

Menurutnya, Sidoarjo ibarat kapal besar yang membutuhkan nakhoda dan pengarah yang bergerak seirama. Ketika arah kompas berbeda, kapal bukan hanya terombang-ambing, tetapi juga kehilangan tujuan. Ia menilai momentum hari jadi seharusnya dimanfaatkan sebagai konsolidasi politik dan birokrasi demi memastikan program-program daerah berjalan optimal.

Pandangan berbeda namun saling melengkapi disampaikan Direktur LSM Center For Policy And Development, Kasmuin. Ia melihat persoalan utama terletak pada lemahnya komunikasi dan belum terbangunnya kesadaran kolektif di tingkat pimpinan.

“Birokrasi memang masih berjalan, tapi kebijakan strategis membutuhkan kesepahaman di pucuk kepemimpinan. Tanpa itu, inovasi dan terobosan akan sulit diwujudkan,” ucap Kasmuin. Ia juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi menciptakan tumpang tindih kewenangan di birokrasi.

Dari sudut pandang kebudayaan, budayawan Sidoarjo Ribut Wijoto, mengajak publik untuk berkaca pada sejarah panjang daerah ini. Ia menyinggung kejayaan kahuripan, yang pernah berpusat di wilayah Sidoarjo, sebagai simbol kemakmuran yang lahir dari persatuan.

“Sejarah mengajarkan, ketika elite tidak rukun dan saling berebut kuasa, yang terjadi adalah perpecahan panjang. jangan sampai itu terulang,” ungkap Ribut. Ia menilai seni dan kebudayaan dapat menjadi medium pengingat nilai-nilai persatuan, meski penyelesaian konflik tetap berada di ranah politik.

Di tengah dinamika tersebut, masyarakat menaruh harapan besar pada momentum Hari Jadi ke-167 Kabupaten Sidoarjo sebagai titik balik. Kebersamaan Bupati dan Wakil Bupati dalam upacara peringatan diharapkan tidak berhenti pada simbol semata, melainkan menjadi awal terbangunnya kepemimpinan yang solid dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Publik berharap, bertambahnya usia Kabupaten Sidoarjo sejalan dengan kedewasaan politik para pemimpinnya. Bagi warga Kota Delta, kado terindah hari jadi bukanlah kemeriahan seremoni, melainkan kepemimpinan yang rukun, efektif, dan mampu menghadirkan kesejahteraan nyata.(Amellia Ciello)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.