KEDIRI - Dalam dua pekan terakhir, harga plastik di sejumlah toko di Kota Kediri melonjak tajam hingga 100 persen. Kenaikan drastis ini berdampak langsung pada penurunan penjualan pedagang yang mencapai hingga 40 persen.
Kondisi ini dirasakan para pedagang plastik di Jalan Sriwijaya, Kota Kediri. Mereka mengaku resah lantaran harga bahan yang terus merangkak naik membuat daya beli konsumen ikut melemah.
Seli Aslamatul Jannah, pengelola toko plastik, menyebut lonjakan harga dipicu terganggunya pasokan bahan baku impor. “Kenaikan ini imbas konflik Iran–Israel, sehingga bahan baku tersendat dan harga dari distributor jadi tidak terkendali,” ujarnya.
Ia mencontohkan, harga kantong plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 58 ribu per kilogram. Kenaikan itu membuat konsumen mulai menahan pembelian.
“Biasanya pelanggan beli sampai 10 kilogram per hari, sekarang paling setengahnya saja,” tambahnya.
Penurunan daya beli juga dirasakan pelaku UMKM. Ningsih, salah satu pelaku usaha kecil, mengaku harus mengurangi penggunaan plastik demi menekan biaya produksi.
“Dulu bisa beli 5 kilogram, sekarang cuma 1 kilogram, itu pun untuk seminggu sekali,” katanya.
Baca Juga : Dampak Konflik Global, Biaya Logistik Ekspor Jatim Diprediksi Naik 35 Persen
Para pedagang memperkirakan harga plastik masih berpotensi naik dalam waktu dekat. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga agar aktivitas usaha tidak semakin tertekan. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri


















