Aktris muda berbakat Sandrinna Michelle baru-baru ini membagikan kabar terbaru mengenai kondisi kesehatannya yang masih dalam masa pemulihan. Bintang sinetron kenamaan tersebut mengungkapkan bahwa hingga saat ini ia harus tetap berjuang mengembalikan kesehatan tubuhnya secara optimal setelah didiagnosis terinfeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) sejak hampir satu tahun yang lalu.
Secara medis, Helicobacter pylori merupakan jenis bakteri yang umumnya berkembang biak di dalam saluran pencernaan, khususnya pada lapisan mukosa lambung. Infeksi ini cukup lazim terjadi namun dapat memicu peradangan kronis pada lambung (gastritis), luka atau tukak lambung, hingga masalah pencernaan lainnya. Pada banyak kasus, bakteri ini dapat merusak dinding pelindung lambung sehingga asam lambung dengan mudah mengiritasi jaringan di sekitarnya.
Akibat kondisi kesehatan tersebut, Sandrinna mengaku harus mengubah pola hidup dan secara ketat menjaga asupan konsumsi harian. Salah satu pantangan utama yang harus ia jalani adalah menghindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Hal ini disebabkan karena kafein dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan yang berisiko memperparah iritasi pada dinding lambung yang belum pulih sepenuhnya.
Tak hanya berdampak pada fisik, Sandrinna membeberkan bahwa konsumsi kafein di tengah kondisi fisiknya saat ini dapat memicu sensasi yang sangat tidak nyaman, seperti rasa cemas (anxiety) berlebih hingga tekanan atau nyeri di bagian dada. Hubungan antara gangguan pencernaan dan timbulnya rasa cemas ini dikenal dalam dunia medis sebagai interaksi gut-brain axis (poros usus-otak), di mana peradangan atau ketidakseimbangan pada saluran pencernaan dapat secara langsung memengaruhi sistem saraf dan memicu respons stres atau kecemasan.
Sandrinna menegaskan bahwa proses penyembuhan dari infeksi H. pylori bukanlah perkara cepat, melainkan membutuhkan waktu yang relatif panjang serta kedisiplinan yang tinggi. Walaupun diagnosis awal sudah berlalu hampir satu tahun, dampak klinisnya masih kerap dirasakan hingga saat ini. Kondisi ini menuntutnya untuk terus memprioritaskan kesehatan dengan menjaga pola makan, mengelola tingkat stres, serta konsisten menghindari pantangan demi pemulihan tubuh yang menyeluruh. (Nailah Cleva)
Editor : Iwan Iwe

















