KOTA MADIUN - Kubu Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di bawah kepemimpinan Muhammad Taufiq mendorong seluruh jajaran organisasi memperkuat konsolidasi menjelang Parapatan Luhur (Parluh) 2026. Agenda tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi sekaligus memperkuat persatuan dan keberlanjutan pembinaan warga PSHT.
Dorongan konsolidasi itu disampaikan setelah Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menerbitkan sertifikat merek PSHT Kelas 41 dengan nomor registrasi IDM001503116 pada 4 September 2026. Berdasarkan data Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), merek tersebut tercatat atas nama Persaudaraan Setia Hati Terate dengan alamat Jalan Merak Nomor 10, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Sertifikat tersebut memiliki masa perlindungan hingga 7 Oktober 2035 dan mencakup jasa pendidikan, pelatihan pencak silat, seni bela diri, penyelenggaraan kejuaraan, serta kegiatan olahraga dan budaya.
Pengurus Pusat PSHT menyebut penerbitan sertifikat tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepastian kelembagaan sebelum organisasi memasuki Parluh 2026. “Lambang SH Terate tercipta dari tetes keringat, laku tirakat, dan doa para pendahulu sejak 1922 untuk seluruh saudara seasuhan. Tidak pantas dan tidak boleh ada satu manusia pun yang merasa memiliki lambang sakral ini sebagai properti pribadinya,” demikian pernyataan pihak organisasi.
Kubu Muhammad Taufiq menegaskan persoalan HAKI tidak semestinya menggeser fokus utama organisasi dari agenda Parluh. “Diterbitkannya HAKI Kelas 41 atas nama organisasi ini bukan untuk memukul atau membalas dendam kepada pihak mana pun, melainkan murni langkah konstitusional demi memayungi, mengamankan, dan menyelamatkan hak seluruh warga SH Terate,” tegasnya.
Menjelang Parluh 2026, seluruh cabang dan warga PSHT diimbau menjaga suasana tetap kondusif serta mengedepankan nilai persaudaraan. Kubu Muhammad Taufiq berharap forum tertinggi organisasi tersebut dapat menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan berbagai elemen, menyelesaikan persoalan internal secara konstitusional, serta menentukan kepengurusan dan arah PSHT ke depan. “Seluruh warga di akar rumput diimbau tetap tenang, fokus membina adik-adik siswa, serta bersama-sama menyatukan tekad menyongsong Parapatan Luhur 2026 demi terwujudnya keutuhan dan persaudaraan yang sejati,” ujarnya.
Editor : JTV Madiun



















