Memasuki H-10 menjelang Hari Raya Nyepi, arus penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk terpantau masih normal. Meski demikian, peningkatan jumlah kendaraan diprediksi mulai terjadi menjelang penutupan sementara layanan penyeberangan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan kondisi lalu lintas penyeberangan saat ini masih berjalan lancar dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Peningkatan kepadatan penumpang diperkirakan mulai terjadi pada Sabtu, (14 Maret 2026).
“Sejauh ini kondisinya masih kondusif dan normal. Baik dari arah Jawa menuju Bali maupun sebaliknya masih berjalan lancar,” ujar Arief, Selasa, (10 Maret 2026).
Pergerakan pemudik diperkirakan meningkat pada 14 hingga 16 Maret 2026, dengan puncak arus diprediksi berlangsung pada 15 sampai 17 Maret 2026.

“Prediksi kami puncaknya justru sebelum Nyepi, sekitar 15 sampai 17 Maret,” jelas Arief.
Untuk mengantisipasi potensi antrean kendaraan, pihak ASDP menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya dengan menyediakan buffer zone atau kantong parkir sementara di beberapa lokasi.
“Buffer zone kami siapkan di dua lokasi, yakni di kawasan Watu Dodol dan Bulusan. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan lokasi tambahan jika kondisi ekstrem,” katanya.
Selain itu, ASDP juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas di jalur menuju pelabuhan agar antrean kendaraan dapat terkendali. Dari sisi armada, ASDP bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan KSOP akan mengoptimalkan pengoperasian kapal-kapal berukuran besar di lintasan Ketapang–Gilimanuk selama periode H-7 hingga Lebaran.
Sementara itu, berdasarkan data produksi H-11 Lebaran, jumlah penumpang di lintasan Ketapang–Gilimanuk tercatat mencapai 36.364 penumpang, dengan 3.074 kendaraan roda dua dan 3.069 kendaraan roda empat pribadi yang menyeberang.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















